Survei KedaiKOPI: 85% Warga Mudik Lebaran 2026, Siapkan Budget Rata-rata Rp3,4 Juta
Survei KedaiKOPI: 85,1% warga mudik Lebaran 2026. Rata-rata dana disiapkan Rp3,4 juta untuk pulang kampung
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil riset terbaru bertajuk “Survei Pola Rencana Mudik 2026” yang dilakukan secara daring.
Hasil survei menunjukkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini masih sangat tinggi.
Survei tersebut dilakukan melalui kuesioner online terhadap 1.053 Warga Negara Indonesia berusia 17–55 tahun pada periode 26 Februari hingga 7 Maret 2026.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, mengatakan survei ini bertujuan memotret bagaimana rencana masyarakat dalam melaksanakan tradisi mudik, termasuk pola pengeluaran selama berada di kampung halaman.
“Tujuan kami melakukan survei ini semata-mata sebagai sebuah bakti kepada negara dengan menyampaikan hasil-hasil survei tentang bagaimana mudik di mata masyarakat juga bagaimana mudik ini dilaksanakan,” ujar Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, Sabtu (14/3/2026).
Sementara itu, Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menjelaskan hasil survei menunjukkan sebanyak 85,1 persen responden atau sekitar 895 orang berencana melakukan mudik pada Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, 73,2 persen merupakan pemudik rutin yang hampir setiap tahun pulang ke kampung halaman.
Menurut Ashma, alasan utama masyarakat melakukan mudik tetap sama dari tahun ke tahun, yakni untuk berkumpul bersama keluarga.
“Alasan utama responden melakukan mudik adalah kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan orang tua dan keluarga. Hal ini menjadi alasan yang sangat konsisten bagi hampir semua responden,” kata Ashma.
Meski demikian, sekitar 15 persen responden menyatakan tidak berencana mudik tahun ini. Alasan terbesar adalah faktor ekonomi rumah tangga yang belum stabil.
“Sebanyak 42 persen responden menyebutkan kondisi ekonomi sebagai alasan tidak mudik. Selain itu, ada juga yang memilih berlibur ke tempat lain sebesar 16,6 persen,” ujarnya.
Selain itu, sebagian responden juga tidak melakukan mudik karena tidak lagi memiliki kampung halaman atau telah lama menetap di daerah domisilinya saat ini.
Survei tersebut juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap program mudik gratis yang biasanya diselenggarakan oleh pemerintah maupun perusahaan. Sekitar 53,3 persen responden mengaku tertarik mengikuti program tersebut.
Namun, baru 8,9 persen responden yang telah mendapatkan tiket mudik gratis, sementara 44,4 persen lainnya masih menunggu atau mencari peluang untuk memperoleh kuota.
Ashma menilai minat terhadap program mudik gratis mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada survei KedaiKOPI tahun 2025, tercatat hanya 39 persen masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut.
“Terdapat kenaikan lebih dari 10 persen minat masyarakat terhadap program mudik gratis tahun ini. Banyak responden juga menyarankan agar jumlah armada ditambah, proses pendaftaran dipermudah, dan praktik percaloan dihilangkan,” jelasnya.
Dari sisi moda transportasi, mayoritas responden memilih menggunakan transportasi umum. Sebanyak 57,3 persen responden menyatakan akan menggunakan moda transportasi umum, dengan lebih dari separuhnya memilih bus, travel, atau shuttle.
Sementara itu, sekitar 33 persen responden memilih menggunakan kendaraan pribadi. Dari jumlah tersebut, pengguna mobil dan sepeda motor hampir seimbang, yakni 48 persen menggunakan mobil dan 52 persen menggunakan sepeda motor.
Menariknya, survei juga menemukan mayoritas responden mendukung pelarangan sepeda motor sebagai moda transportasi mudik antarprovinsi. Sebanyak 65,8 persen responden menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut.
Ashma menjelaskan, dukungan terhadap pelarangan sepeda motor banyak datang dari responden yang menggunakan moda transportasi selain motor, seperti mobil, pesawat, maupun kapal laut.
“Dukungan terbesar bahkan datang dari pengguna kapal laut, mencapai 79,1 persen,” kata Ashma.
Dari sisi keuangan, survei KedaiKOPI juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat telah menyiapkan anggaran khusus untuk mudik. Sebanyak 79,6 persen responden mengaku telah menyiapkan dana mudik dengan rata-rata sebesar Rp3,4 juta.
“Ini menunjukkan bahwa mudik bukan sesuatu yang impulsif, melainkan sudah direncanakan dengan matang oleh masyarakat, termasuk dari sisi anggarannya,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWASopir Pick Up Tewas Usai Tabrak Tronton Antre BBM
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·12 menit yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·44 menit yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
EKONOMIHarga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Airlangga Pastikan APBN 2026 Masih Aman
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan