Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Situasi Unjuk Rasa di Iran, Donald Trump Ancam Serang dan Siap Bantu

Donald Trump ancam serang titik krusial Iran jika pengunjuk rasa dibunuh. Kemenlu Iran sebut AS intervensionis

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjawab pertanyaan dari awak media di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 Juni 2025. (Foto: Xinhua/Hu Yousong)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjawab pertanyaan dari awak media di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 Juni 2025. (Foto: Xinhua/Hu Yousong)
A A

Nusantaraterkini.co,  WASHINGTON - Presiden (AS) pada Sabtu (10/1/2026) mengatakan, AS siap membantu sehubungan dengan situasi di .

Selain itu dia juga mengeklaim bahwa yang sedang menyongsong KEBEBASAN, dengan kembali menyampaikan ancamannya terhadap negara Timur Tengah tersebut.

"Iran sedang menyongsong KEBEBASAN, mungkin dalam level yang belum pernah dicapai sebelumnya. AS siap membantu!!!," ungkap Trump dalam unggahannya di .

Trump dan sejumlah pejabat senior AS lainnya telah berulang kali memperingatkan bahwa Washington akan bertindak jika Iran membunuh para pengunjuk rasa damai.

Baca Juga : Demo Iran Kian Meluas, Reza Pahlavi Serukan Pengambilalihan Kota-Kota Strategis

"Jika mereka mulai membunuh rakyat... kami akan ikut campur," tutur Trump di hadapan awak media pada Jumat (9/1/2026).

"Itu bukan berarti pengerahan pasukan di lapangan, tetapi berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras, di titik krusial," tambahnya.

Sementara, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran pada Rabu (7/1/2026) mengecam pernyataan dari pemerintahan Trump yang disebutnya "sebagai intervensionis dan menyesatkan.

Baca Juga : Kerusuhan Meluas di Tiga Kota Iran, Enam Orang Dilaporkan Tewas

Mengenai aksi unjuk rasa di Iran, Kemenlu Iran mengatakan bahwa pernyataan itu mencerminkan sikap permusuhan yang terus diarahkan Washington kepada rakyat Iran.

Sejak akhir Desember, aksi unjuk rasa meletus di beberapa kota di Iran akibat anjloknya nilai tukar rial dan kesulitan ekonomi berkepanjangan.

Otoritas Iran telah menanggapi aksi tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk menangani keluhan terkait ekonomi, seraya memperingatkan agar masyarakat tidak melakukan kekerasan dan vandalisme.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait