Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Serapan Pupuk Subsidi di Sumsel Capai 63 Persen, Pemerintah Siapkan Tambahan Kuota

Realisasi pupuk subsidi di Sumsel capai 63,57%. Pemerintah pastikan stok aman dengan tambahan kuota dari pusat

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatera Selatan, Bambang Pramono saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026). (Foto: tia/nusantataterkini.co)
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatera Selatan, Bambang Pramono saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026). (Foto: tia/nusantataterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayahnya telah mencapai 63,57 persen dari total target.

Hingga data per 13 Juli 2026, volume pupuk bersubsidi yang telah disalurkan kepada petani tercatat sudah menyentuh angka 200.475,47 ton dari total alokasi tahun ini sebanyak 315.380 ton.

"Hingga 13 Juli 2026, penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 200.475,47 ton atau 63,57 persen dari total alokasi," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, Rabu (15/7/2026).

Bambang Pramono menjabarkan secara rinci jika realisasi tersebut terdiri atas 80.722,30 ton pupuk urea dan 118.392,83 ton pupuk NPK.

Selain itu, terdapat juga penyaluran NPK Formula Khusus Kakao sebesar 63,75 ton, pupuk organik sebanyak 1.185,29 ton, serta pupuk ZA sebesar 111,30 ton.

Berdasarkan data sebaran wilayah, Kabupaten OKU Timur tercatat menjadi daerah dengan realisasi serapan tertinggi, yakni mencapai 49.284,09 ton atau sebesar 62,65 persen dari alokasi.

Selanjutnya disusul Kabupaten Banyuasin dengan penyaluran sebesar 44.812,61 ton, OKU Selatan sebanyak 31.841,90 ton, OKI sebesar 25.338,94 ton, dan Musi Rawas sebanyak 11.657,54 ton.

Untuk wilayah lainnya, realisasi tercatat di Kota Lubuk Linggau sebesar 1.730,92 ton, Musi Rawas Utara 247,06 ton, PALI 458,50 ton, Palembang 246,95 ton, dan Prabumulih sebanyak 35,90 ton.

Tingginya serapan pupuk bersubsidi sepanjang tahun ini didorong secara maksimal oleh bergulirnya sejumlah program pertanian strategis dari pemerintah.

"Ada Program Gerakan Tanam Menyongsong El Nino, Cetak Sawah, dan Optimalisasi Lahan, sehingga terserap lebih maksimal dibandingkan tahun lalu," katanya.

Pihak pemerintah provinsi juga terus melakukan koordinasi berkala dengan PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri).

Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan stok pupuk aman di gudang lini III maupun kios resmi sebelum musim tanam dimulai oleh para petani.

Melalui upaya tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengeliminasi keluhan para petani yang selama ini kerap menerima pupuk setelah masa tanam sudah berjalan.

Di samping mengamankan pasokan yang ada, Dinas juga telah mengusulkan langkah taktis berupa realokasi serta penambahan kuota alokasi pupuk bersubsidi.

Kebijakan mengenai sistem pergeseran kuota ini sebelumnya telah disepakati dalam rapat bersama 17 pemerintah kabupaten/kota dan PT Pupuk Indonesia pada 26 Juni 2026 lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, alokasi daerah yang tingkat penyerapannya belum mencapai 60 persen dapat dialihkan ke wilayah lain yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi.

"Di tingkat provinsi dilakukan realokasi antar kabupaten/kota, sedangkan di dalam kabupaten dilakukan antarkecamatan," imbuhnya.

Ia mengungkapkan jika usulan untuk menambah alokasi kuota tersebut kini telah resmi disetujui oleh pemerintah pusat.

"Kami juga sudah mengajukan tambahan alokasi dan alhamdulillah sudah disetujui karena ada beberapa provinsi yang serapannya belum optimal sehingga dialokasikan ke Sumatera Selatan," ungkapnya.

Tambahan alokasi pupuk dari pusat tersebut diproyeksikan akan didominasi oleh jenis pupuk NPK.

“Dengan adanya tambahan kuota ini, kebutuhan pupuk para petani di Sumatera Selatan pada musim tanam berikutnya diharapkan dapat terpenuhi secara merata dan tepat waktu,” ucap dia

(Tia/Nusantataterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait