Satu Korban Bus ALS Meninggal Akibat Gagal Napas, Jenazah Dipulangkan ke Tegal
Korban kecelakaan bus ALS asal Tegal meninggal akibat gagal napas. Jenazah segera dipulangkan dari Palembang
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Satu korban kecelakaan bus ALS bernama M Tahrul Baidi (39) dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami gagal napas atau acute respiratory failure setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit pada, Jumat (8/5/2026) pukul 11.55 WIB.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dr Trisnawarman menyampaikan, kondisi luka bakar yang mencapai 90 persen membuat fisik warga asal Tegal, Jawa Tengah tersebut tidak lagi mampu bertahan meski telah dilakukan upaya debridement di ICU.
“Dia meninggal akibat acute respiratory failure atau gagal napas, karena terkait luka bakar yang 90 persen. Sehingga dia sudah tidak sanggup,” ujar Trisnawarman saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Trisnawarman mengatakan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan memutuskan jenazah akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah.
Saat ini, jenazah sedang dalam proses persiapan untuk diberangkatkan langsung dari Lubuk Linggau melalui bantuan pihak IRS.
“Pasiennya ini dari Tegal, Jawa Tengah. Setelah kita berkomunikasi, akan dibawa ke Tegal oleh pihak IRS. Jadi sekarang dalam persiapan untuk dibawa langsung ke Jawa Tengah dari Lubuk Linggau,” katanya.
Terkait korban selamat lainnya, Jumiatun binti Surik (34), kini tengah dievakuasi menuju Palembang melalui jalur darat dengan pengawalan lalu lintas menggunakan ambulans yang dilengkapi ventilator.
Keputusan evakuasi ini diambil karena wilayah Musi Rawas Utara sedang dilanda banjir, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan dan mengganggu kinerja alat bantu napas pasien.
“Jadi pasien ini, karena kondisi di Muratara dalam keadaan banjir sekarang, kami kemarin tidak menyarankan tetap dirawat di sana. Karena kondisi banjir, takut nanti mati lampu. Bisa mati lampu berjam-jam, akan lama,” tegasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel bersama instansi terkait di Sumatera Utara (Sumut) dan Muratara juga terus bersiaga untuk memfasilitasi penjemputan serta pengantaran jenazah para korban ke daerah asal masing-masing.
Proses pengantaran jenazah dari Palembang akan dilakukan secara bertahap segera setelah seluruh rangkaian evaluasi dan identifikasi oleh tim DVI selesai dilaksanakan.
“Jenazah nanti kita antar dari sini setelah evaluasi selesai, setelah hasil DVI selesai,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMATERA TERKINIDentuman Gandang Tambua Tandai Pembukaan HUT ke-81 Pasaman
Herman Saleh Harahap·19 menit yang lalu -
-
-
SUMATERA TERKINIBupati dan Wabup Pasbar Pantau Pemilihan Wali Nagari
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
NASIONALKemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
NEWSRekam Jejak Brigjen Pol Rony Samtana, Kapolda Sumsel yang Baru
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan