Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sampah Kiriman Kota Medan Menumpuk di Jembatan Kera, Warga Minta Kesadaran

Sampah Kiriman Kota Medan Menumpuk di Jembatan Kera, Warga Minta Kesadaran

A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Tumpukan , air yang menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap kembali memenuhi aliran Kera di bawah Jembatan Jalan Johar Raya, Dusun VI, VII, dan VIII, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (5/5/2026).

Dari informasi yang dihimpun, tumpukan sampah yang mencemari sungai ini bukan berasal dari warga setempat, melainkan kiriman dari yang terbawa arus sungai.

Kondisi ini ditemukan saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi , Jalan Johar Raya, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Kepala Dusun VI Rawa Badak, Muhammad Safril, menegaskan bahwa tumpukan ini bukan ulah warga desa.

Menurutnya, sampah datang dari luar desa terbawa arus Kera, terutama saat curah hujan tinggi, hingga tersangkut di tiang pondasi jembatan dan menumpuk tebal.

"Kiriman sampah ini dari , jadi bukan sampah yang sengaja dibuang oleh warga setempat," ujar Safril.

Safril menjelaskan, pembersihan sudah berkali-kali dilakukan melalui kegiatan gotong royong bersama warga, Pemerintah Desa Pematang Johar, dan Dinas PU Kabupaten Deli Serdang.

Namun sampah terus kembali, dan volumenya kini sudah tidak bisa lagi ditangani secara manual.

"Jumlah sampah yang datang ketika curah hujan tinggi sangat banyak, sehingga tertahan oleh tiang pondasi jembatan dan menumpuk sampai tebal. Jadi memang tidak lagi bisa dikerjakan manual, harus dengan alat berat," ungkapnya.

Terkait penanganan jangka pendek, Safril menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Hasilnya, alat berat sudah diturunkan dan mulai beroperasi di Dusun VII dan VIII pada hari yang sama saat liputan ini dilakukan.

"Insyaallah dalam beberapa hari sampah yang menumpuk di Dusun VI, VII, dan VIII ini sudah bisa dibersihkan," kata Safril.

Safril juga menyampaikan harapan besar agar masyarakat luas, termasuk warga di luar Desa Pematang Johar, berhenti membuang sampah ke aliran Sungai Kera.

"Pemerintah desa sudah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Harapan besarnya, semua lapisan masyarakat, baik warga Kota Medan maupun siapapun, jangan lagi membuang sampah ke jalur Sungai Kera karena dampaknya sangat negatif," tegasnya.

Dampak langsung juga dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ramiah, pemilik kedai kecil di tepi sungai, membenarkan bahwa sampah bukan berasal dari warga desa.

"Sampahnya bukan dari warga sini, tapi jalan dari tempat lain. Kalau hujan banyak juga kebawa. Sudah sering juga dibersihkan tapi balik lagi," ujar Ramiah.

Soal dampak terhadap air bersih, Ramiah mengaku sumber airnya masih aman karena menggunakan sumur bor dalam. Namun ia tidak menutup kemungkinan warga lain dengan sumur yang lebih dangkal terdampak pencemaran.

"Paling yang dirasakan aroma saja yang tidak sedap," tambahnya.

Persoalan sampah kiriman di Sungai Kera ini menjadi pengingat bahwa penanganan sampah perkotaan bukan hanya tanggung jawab daerah hilir, melainkan masalah bersama yang membutuhkan kesadaran dari semua pihak dari hulu hingga muara.

(cw2/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait