Rupiah Hari Ini Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000-Rp18.128 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya
Rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.128 per dolar AS. Investor menanti data inflasi AS dan mencermati langkah Bank Indonesia.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam rentang terbatas pada perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda diproyeksikan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.128 per dolar AS, dengan dukungan cadangan devisa yang tetap kuat di tengah tingginya perhatian pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat.
Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), rupiah berhasil menguat 63 poin atau sekitar 0,35 persen ke posisi Rp18.065 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.128 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan fundamental rupiah masih cukup solid berkat posisi cadangan devisa Indonesia yang memadai serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Menurutnya, kedua faktor tersebut menjadi penopang utama yang dapat meredam tekanan terhadap rupiah apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat mencapai US$145,6 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang sebesar US$144,9 miliar. Kenaikan tersebut dinilai memperkuat kemampuan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, Muhammad menilai ruang penguatan rupiah masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal, terutama rilis data Core Consumer Price Index (Core CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pekan ini.
Data inflasi inti tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena akan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Jika inflasi inti tercatat lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi diperkirakan kembali meningkat. Kondisi ini berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan pergerakan rupiah.
Sebaliknya, apabila angka inflasi berada di bawah ekspektasi pasar, tekanan terhadap dolar AS berpotensi mereda sehingga membuka peluang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatannya.
Selain data inflasi AS, investor juga akan memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Di sisi lain, arus modal asing serta langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia diperkirakan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.128 per dolar AS sepanjang pekan ini.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·3 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·3 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·5 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·5 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·6 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan