Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Bangkit ke Rp16.882 per Dolar AS, Sentimen Geopolitik Mereda

Rupiah menguat ke Rp16.882 per dolar AS didorong meredanya tensi Timur Tengah. Simak proyeksi pergerakan dan sentimen pasar hari ini.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pemulihan pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026). Setelah beberapa hari berada dalam tekanan, mata uang Garuda akhirnya mampu berbalik menguat tipis.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp16.882 per dolar AS, naik 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.892. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) ditetapkan di level Rp16.911 per dolar AS.

Sentimen Global Beri Angin Segar

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah dipicu membaiknya sentimen global. Pernyataan dari Iran yang memberi sinyal kesiapan kembali ke meja perundingan dinilai meredakan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.

Meredanya ketegangan geopolitik membuat pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Di sisi lain, intervensi dan langkah stabilisasi yang dilakukan otoritas moneter turut membantu menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali.

Risiko Tetap Mengintai

Meski menguat, ruang apresiasi rupiah dinilai masih terbatas. Revisi outlook peringkat kredit Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi sentimen yang perlu diwaspadai pelaku pasar.

Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Mata Uang Asia Kompak Menguat

Penguatan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS.

Peso Filipina naik 0,26%

Yen Jepang menguat 0,19%

Ringgit Malaysia dan Yuan China masing-masing naik 0,14%

Baht Thailand bertambah 0,05%

Namun, tekanan masih terlihat pada won Korea Selatan dan dolar Singapura yang belum mampu keluar dari zona negatif.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di level 98,80, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya di 98,76. Dolar yang masih relatif kuat berpotensi membatasi penguatan lanjutan mata uang Asia.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait