Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Respons Anas Urbaningrum atas Semprotan Menkeu ke Ekonom: Optimisme Purbaya Harus Terukur

Anas Urbaningrum ingatkan Purbaya Yudhi Sadewa agar optimisme ekonomi tetap terukur dan terbuka terhadap kritik ekonom

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, turut angkat bicara menanggapi ketegangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan kalangan ekonom, Jumat (27/3/2026).(foto:istimewa)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, turut angkat bicara menanggapi ketegangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan kalangan ekonom, Jumat (27/3/2026).(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketua Umum (PKN), , turut angkat bicara menanggapi ketegangan antara dengan kalangan ekonom. Menurut Anas, meski optimisme diperlukan, hal tersebut tidak boleh menutup mata terhadap kritik objektif mengenai tantangan ekonomi yang tengah melanda negeri.

​

Sentilan ini menyusul pernyataan keras Menkeu Purbaya sebelumnya yang menilai banyak ekonom menebar sentimen negatif tanpa dasar perhitungan yang jelas. Anas menilai, sah-sah saja jika bendahara negara membela kinerjanya, namun hak para ekonom untuk tetap kritis juga harus dihormati sebagai bagian dari sistem kontrol kebijakan.

​

“Pak Purbaya boleh menyemprot para ekonom yang kritis. Namun, para ekonom juga boleh tetap mengingatkan Pak Purbaya tentang keadaan ekonomi yang penuh tantangan,” tulis melalui akun X miliknya, seperti dilansir RMOL, Jumat (27/3/2026).

​Anas menekankan bahwa tugas utama saat ini adalah membuktikan kepercayaan diri tersebut dengan kinerja nyata dalam mengelola keuangan negara. Baginya, optimisme harus memiliki standar ukuran yang jelas dan realistis agar tidak sekadar menjadi narasi kosong.

​Mantan Ketua Umum PB HMI ini juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati pemerintah dalam menerima masukan, meski masukan tersebut terasa pahit. Ia memandang bahwa kritik dari para pengamat ekonomi merupakan "jamu" yang bermanfaat bagi kesehatan .

​

“Salah satu caranya adalah bersedia menerima masukan pikiran dan gagasan yang baik, meskipun mungkin kadangkala pahit di lidah dan berdengung di telinga,” tambah Anas.

​Menutup pernyataannya, Anas menegaskan bahwa rakyat tidak terlalu memedulikan perdebatan teknis antara pejabat dan pengamat. Fokus utama publik adalah melihat pemerintah sukses menunaikan tugasnya demi kesejahteraan rakyat banyak. 

"Ketegangan ini diharapkan menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan untuk lebih terbuka dalam berdialog dengan para pakar demi navigasi ekonomi yang lebih aman di masa depan," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru