Refleksi Akhir Tahun, Kapolda Sumut Bilang Tindak Kejahatan Turun
Refleksi akhir tahun, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan tindak kejahatan turun sepanjang tahun 2024 apabila dibanding
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Refleksi akhir tahun, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan tindak kejahatan turun sepanjang tahun 2024 apabila dibanding dengan tahun 2023.
“Kita sudah mendata, dibandingkan dengan tahun lalu, tindak kejahatan tahun ini turun,” katanya saat acara Refleksi Akhir Tahun Polda Sumut, di Aula Tribrata, Mapolda Sumut, pada Jumat (27/12/2024).
Ia mengatakan selama dirinya menjabat sebagai Kapolda Sumut, jumlah kejahatan cenderung menurun sebanyak 20,16 persen. “Paling tidak itu selama 5 bulan terakhir,” ujarnya.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun, Kapolda Sumut Paparkan Personel yang Bermasalah
Pria dengan bintang dua dipundaknya ini menjelaskan, untuk tindak kejahatan tahun 2023 itu sebanyak 62.317 kasus dan tahun 2024 turun menjadi 59.994 kasus.
Pelanggaran tahun 2023 sebanyak 586 kasus sedangkan tahun 2024 naik menjadi 786 kasus. Kemudian untuk gangguan mengalami kenaikan dari 689 tahun 2023 menjadi 1.241 kasus pada tahun 2024.
Sedangkan bencana mengalami kenaikan dari tahun 2023 138 kasus menjadi 147 tahun 2024.

Faktor Penghambat Penyelesaian Perkara di Polda Sumut
Mengenai faktor apa yang menyebabkan penyelesaian perkara sedikit terhambat, orang nomor satu di Polda Sumut ini mengaku ada banyak faktor, seperti perbandingan laporan polisi dan jumlah penyidik, sehingga berdampak pada penanganan kasus sehingga terkesan terlambat.
Kedua, lonjakan perkara akibat dinamika sosial-politik, Pemilu dan Pilkada 2024 yang dapat memicu peningkatan laporan SPT konflik, pelanggaran hukum serta tindak pidana tertentu.
Ketiga, adanya event nasional dan internasional mengakibatkan gangguan dari berbagai aspek.
Keempat, sulitnya mengumpulkan barang bukti serta saksi yang tidak kooperatif.
Kelima, Proses panjang kordinasi dengan instansi lain seperti Kejaksaan, Pengadilan, dan lain-lain.
Keenam, adanya tekanan dari masyarakat atau pihak tertentu yang mempersulit penyelesaian kasus secara objektif.
Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto juga menegaskan ada 4 kejahatan yang menjadi fokus Polda Sumut dan menjadi attensi. Keempatnya yakni, Narkoba, Judi, Curas dan Begal, serta Geng Motor.
Baca Juga: Ratusan Personel Polda Sumut Jalani Sanksi Kode Etik, 94 Terlibat Kasus Narkoba
“Dalam hal ini, kita sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Karena tindak kejahatan itu, berada di tengah lingkungan masyarakat sehari-hari. Jangan takut untuk melapor kepada kami,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·49 menit yang lalu -
SEPAKBOLALionel Scaloni Tunjuk Cristian Romero Menjadi Kapten Timnas Argentina Penerus Lionel Messi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTMengenal Lokomotif Legendaris BB302, Saksi 56 Tahun Sejarah Kereta Api Sumut
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Bangkit di Akhir Pekan: Naik Rp23 Ribu ke Rp2.613.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALRazia Gabungan THM di Padangsidimpuan, Satu Pengunjung Wanita Terjaring karena Positif Narkotika
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KESEHATANKasus HIV di Sumut Tembus 2.334 Temuan, Kelompok LSL Dominasi Paling Tinggi
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAPencarian Selesai, Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal Dunia
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SUMSELUsut Kasus Karhutla, Polda Sumsel Naikkan Status 16 Korporasi ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NEWSLintas Generasi, Mayjen Yusri dan Brigjen Osmar Silaturahmi ke M Herindra
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
RELIGIRico Waas Serahkan Rekomendasi Rumah Ibadah dan Minta Jaga Kerukunan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan