Ratusan Becak Listrik Diterjunkan untuk Antar Peserta Muktamar ke-35 NU di Jombang
Ratusan becak listrik gratis siap antar peserta Muktamar ke-35 NU di Jombang. Cek jadwal dan tarif pengemudi!
Nusantaraterkini.co, JOMBANG — Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan ratusan unit becak listrik guna mendukung mobilisasi para peserta (muktamirin) di sekitar area Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Fasilitas ramah lingkungan ini dapat digunakan secara gratis untuk mengantar peserta ke berbagai titik strategis arena muktamar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, barisan becak listrik beserta para pengemidinya tampak tertata rapi di sepanjang Gang Pondok, Tambakberas mulai dari depan Madrasah Aliyah Bahrul Ulum (lokasi registrasi peserta) hingga Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Salah seorang pengemudi becak listrik, M. Usman (49), memastikan bahwa seluruh peserta Muktamar dapat memanfaatkan fasilitas ini tanpa dipungut biaya sepeser pun.
"Ini memang instruksi langsung dari Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, Gus Rozaq, agar digratiskan. Kami dilarang meminta bayaran dari penumpang," ujar Usman seperti dikutip dari NU Online, Kamis (27/8/2026).
Meski tidak memungut biaya dari penumpang, para pengemudi tetap mendapatkan penghasilan yang layak dari panitia.
Bidang Transportasi Panitia Muktamar menyediakan bisyaroh (insentif) sebesar Rp150.000 bagi setiap pengemudi per hari untuk satu kali jadwal tugas (shift). Insentif tersebut dicairkan langsung di akhir jam kerja.
Operasional becak listrik ini dibagi menjadi dua sesi shift setiap harinya. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, sedangkan sesi kedua berlangsung dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
"Setiap shift berjalan selama delapan jam. Saya kebagian shift pagi sejak pukul 08.00 WIB tadi dan sudah mengantar lebih dari 10 kali perjalanan," kata pria asal Denanyar tersebut.
Bagi Usman yang kesehariannya berprofesi sebagai pengemudi becak motor, program ini menjadi berkah tersendiri karena memberikan kepastian pendapatan harian, berbeda dengan hari-hari biasa yang penghasilannya cenderung fluktuatif.
Senada dengan Usman, Ahmad Hanif (55) turut merasakan dampak positif dari penyediaan becak listrik ini. Ia mengaku sangat terbantu di tengah persaingan ketat dengan transportasi online saat ini.
"Pendapatan jadi lebih pasti dan lumayan terbantu. Kalau hari biasa pemasukannya kecil karena harus bersaing dengan ojek online," ungkap Hanif yang bertugas pada shift pagi dan telah melayani belbagai tujuan, mayoritas menuju area penginapan peserta.
Sebagai informasi, gelombang kedatangan peserta Muktamar ke-35 NU dari berbagai daerah telah dimulai sejak Rabu (26/8/2026) pukul 10.00 WIB. Setibanya di lokasi, peserta langsung diarahkan ke posko registrasi di beberapa titik yang telah ditentukan sebelum akhirnya bergeser ke tempat penginapan masing-masing.
(*/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·38 menit yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
NASIONALBursah Zarnubi Ingin Putra-putri Lahat Punya Keterampilan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Melemah ke Rp17.783 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal The Fed
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOSultan Najamudin Dorong Aturan AI hingga Tata Ulang Ketatanegaraan
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
OLAHRAGAKapolri: Silat Tjimande dan Debus Banten Berpotensi jadi Sumber Devisa Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan