Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Produksi Sempat Nol akibat Banjir, Pertamina EP Rantau Kini Bor 5 Sumur Baru di Aceh Tamiang

Pertamina EP Rantau pulihkan produksi minyak di Aceh Tamiang menjadi 1.700 barel per hari pascabanjir dan mulai mengebor lima sumur baru.

Pertamina EP Rantau Field mulai mengebor lima sumur baru untuk mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas). (Foto: Pertamina EP Rantau Field).
Pertamina EP Rantau Field mulai mengebor lima sumur baru untuk mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas). (Foto: Pertamina EP Rantau Field).
A A

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG – Pertamina EP Rantau Field mulai memperluas kegiatan pengeboran dengan menajaki lima sumur baru di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan memulihkan operasional pascabanjir besar yang sempat membuat produksi minyak berhenti total.

Kini, produksi minyak Pertamina EP Rantau Field telah kembali stabil di kisaran 1.700 barel per hari. Pemulihan tersebut dicapai secara bertahap dalam waktu sekitar empat bulan, meski kerusakan fasilitas akibat banjir sempat mengganggu kegiatan produksi.

Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan pengeboran sumur baru tetap dijalankan di tengah proses pemulihan untuk menjaga tingkat produksi sekaligus mencari tambahan cadangan minyak dan gas bumi (migas).

“Kendati masih dalam situasi pemulihan pascabanjir, perusahaan melakukan pengeboran sumur untuk menemukan cadangan migas baru dan mempertahankan produksi migas. Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional,” kata Tomi dalam keterangannya yang diterima Senin (12/10/2026).

Lima sumur yang mulai dibor tersebut adalah RNT DZ-51, RNT DZ-52, RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33. Dua sumur pertama berada di Kampung Tanjung Seumantoh, sedangkan tiga lainnya berlokasi di Kampung Paya Meta. Keduanya berada di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pengeboran sumur RNT DZ-51 dan RNT DZ-52 menggunakan Rig APS-752 dengan kapasitas 550 HP. Kedalaman akhir yang ditargetkan masing-masing mencapai 1.145 meter measured depth (MMD) dan 1.037 MMD.

Sementara itu, sumur RNT DZ-11 dibor menggunakan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP dengan kedalaman akhir 1.132 MMD. Adapun pengeboran dua sumur lainnya, yakni RNT DZ-23A dan RNT DZ-33, masih berlangsung.

Menurut Tomi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan potensi migas di Aceh Tamiang.

Listrik Pulih, Produksi Minyak Kembali Bergerak

Sebelum memulai pengeboran lima sumur baru, Pertamina EP Rantau Field terlebih dahulu menjalankan pemulihan operasional setelah banjir besar menerjang wilayah kerjanya pada akhir November 2025.

Perusahaan membagi proses pemulihan ke dalam empat tahap, yakni emergency, reactivation, recovery, dan sustainability. Tahapan tersebut mencakup penanganan kondisi darurat, pemulihan fasilitas dan sumur produksi, hingga penguatan sistem operasional untuk jangka panjang.

Pada tahap awal, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pekerja, termasuk makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan listrik. Setelah kondisi berangsur membaik, tim mulai mengaktifkan kembali fasilitas serta sumur-sumur produksi.

Salah satu tantangan terbesar adalah memulihkan pembangkit listrik yang menjadi penopang utama operasional lapangan. Saat banjir melanda, fasilitas High Pressure Compressor Station (HPCS) mengalami kerusakan berat. Padahal, fasilitas tersebut sebelumnya menjadi sumber utama pasokan gas untuk pembangkit listrik.

Terhentinya pasokan listrik turut berdampak pada fasilitas pengolahan air atau water treatment plant (WTP), yang terendam banjir sehingga pompa tidak dapat beroperasi. Akibatnya, kegiatan produksi minyak sempat terhenti sepenuhnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim Pertamina EP Rantau melakukan penyesuaian sistem dengan memanfaatkan Stasiun Pengumpul 5 (SP-5) sebagai pengganti fungsi HPCS. Setelah melalui analisis dan modifikasi, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk membantu menghidupkan kembali pembangkit listrik.

Saat ini, pasokan gas untuk pembangkit listrik berasal dari SP-5 dan SP-1, sementara HPCS belum kembali dioperasikan.

Tomi mengatakan, pemulihan pasokan listrik menjadi titik penting bagi kebangkitan produksi minyak di lapangan tersebut. Setelah kebutuhan listrik teratasi, kegiatan operasional dapat kembali berjalan dan produksi meningkat secara bertahap dari posisi nol barel per hari.

Pada Mei dan Agustus 2026, produksi minyak bahkan sempat mencapai 2.000 barel per hari, melampaui tingkat produksi sebelum banjir. Adapun saat ini produksi telah stabil di kisaran 1.700 barel per hari.

Dapat Dukungan Lintas Wilayah Operasi

Tomi menilai keberhasilan pemulihan dalam waktu sekitar empat bulan tidak terlepas dari dukungan personel berbagai wilayah operasi Pertamina. Sejumlah tim dari Pangkalan Susu, Jambi, Lirik, Ramba, dan lapangan lainnya turut membantu memperbaiki fasilitas serta memulihkan kegiatan operasional Rantau Field.

Menurutnya, kolaborasi antarlapangan menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan setelah bencana. Padahal, pada awalnya proses tersebut diperkirakan dapat memerlukan waktu satu hingga tiga tahun.

“Pertamina ini satu keluarga, jika satu tertimpa musibah yang lain datang membantu,” ujar Tomi.

Atas percepatan pemulihan produksi tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan penghargaan kepada Pertamina EP Rantau Field pada 8 April 2026.

Banjir besar pada akhir November 2025 diketahui berdampak serius terhadap fasilitas produksi, perkantoran, dan permukiman pekerja. Ketinggian air saat kejadian diperkirakan mencapai 4–4,5 meter, disertai endapan lumpur setebal 30–80 sentimeter.

Meski sempat menghentikan produksi minyak sepenuhnya, pemulihan fasilitas secara bertahap kini memungkinkan Pertamina EP Rantau Field kembali berproduksi dan melanjutkan pengeboran sumur baru untuk menjaga pasokan energi nasional.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait