Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Kabinet dan Tuntaskan Polemik Gibran
Pengamat politik Ray Rangkuti meminta Prabowo mengevaluasi kabinet, menyelesaikan polemik Gibran, dan memperkuat penanganan karhutla.
Nusantaraterkini.co,JAKARTA โ Pengamat politik Ray Rangkuti meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan pembenahan serius terhadap kinerja dan komposisi kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahan. Hal ini untuk memulihkan kepercayaan publik serta merespons dinamika nasional.
โPoin krusial yang disoroti meliputi penyelesaian polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penataan ulang porsi pejabat profesional versus kalangan partai politik, hingga penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas.
"Yang pertama adalah selesaikan dulu kasus Gibran. Semua orang menunggu. Jangan dipikir ini hanya masalah politik, ini juga berhubungan dengan kepercayaan publik,โ ujar Ray Rangkuti, seperti dilansir RMOL, Rabu (21/10/2026).
โSelanjutnya, Ray menilai penempatan menteri dari unsur partai politik yang mendominasi hingga sekitar 80 persen perlu dievaluasi agar kementerian diisi oleh figur yang memiliki kapasitas teknis serta rekam jejak yang tepat.
โ"Dari dulu kita mengingatkan betul-betul cari anggota kabinet yang profesional. Ini 80 persen kabinet kita partai, ketua umum partai. Ditempatkan bukan pada tempatnya," tegas Ray Rangkuti.
Secara khusus, Ray menyinggung kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam mengelola sektor kehutanan di tengah meluasnya bencana Karhutla di berbagai daerah. Ia menyarankan politisi tersebut untuk mengundurkan diri secara legowo apabila merasa penugasan tersebut berada di luar batas kemampuan dan kapasitas profesionalnya.
โSaya melihat dia (Raja Juli) orang baik dengan idealisme yang cukup waktu dulu sama-sama ketika mau mendirikan PSI. Nah, dia ditempatkan di Menteri Kehutanan. Saya tidak tahu bagaimana Raja Juli ini mengelola hutan. Terbukti sekarang ada karhutla yang luas sekali,โ tuturnya.
โSelain jajaran kabinet, Ray juga mengingatkan Presiden Prabowo agar tidak menganggap enteng berbagai kritik ilmiah dan aspirasi dari kalangan mahasiswa, akademisi, maupun pengamat.
"Stabilitas pasar modal serta tekanan nilai tukar rupiah merupakan sinyal riil dari publik dan pasar yang membutuhkan respons kebijakan konkrit serta terukur dari pemerintah," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPolda Sumut Segera Periksa Konten Kreator Bang Aleh, Dugaan Sebar Hoaks
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
-
KOTA MEDANInspektorat Medan Perkuat Pengawasan Digital E-Audit Pengadaan
Herman Saleh Harahap·24 menit yang lalu -
SUMSELRatusan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur, Pertanyakan Dana Karhutla dan Efektivitas Dry Ice
Herman Saleh Harahap·39 menit yang lalu -
NEWS VIDEORatusan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Sumsel Pertanyakan Dana Karhutla dan Efektivitas Dry Ice
Fadli Tara·40 menit yang lalu -
NASIONALPresiden Prabowo Diminta Evaluasi Kabinet dan Tuntaskan Polemik Gibran
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPolres Binjai Beri Penghargaan kepada 12 Personel Berprestasi, 8 Anggota Terima Sertifikat Pelatihan
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELBMKG Sebut Dry Ice Hanya untuk Urai Asap Bukan Padamkan Api
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALKPK Bersurat ke Panglima TNI Terkait Kasus Korupsi BNPB
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALJudol di Apartemen Medan Dikendalikan Eks Operator Kamboja
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan