Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Tahanan di RTP Polrestabes Medan, Kapolrestabes: CCTV Tak Tunjukkan Tanda Kekerasan
Empat orang personel Polrestabes Medan juga telah diperiksa, termasuk petugas penjaga RTP dan penyidik.
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan seorang tahanan bernama Salman Alfaris Siregar di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan.
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arifin Setyawan menyebutkan, jika pihaknya telah memeriksa rekaman CCTV, namun belum menemukan adanya bukti kekerasan.
Dia menyebutkan, empat orang personel Polrestabes Medan juga telah diperiksa, termasuk petugas penjaga RTP dan penyidik.
"CCTV juga sudah kita lakukan pemeriksaan, belum ada tanda-tanda itu. Makanya kita ingin lebih tahu dari korban. Yang lebih detail kan mereka nanti yang menjelaskan," ujar Gidion kepada Nusantaraterkini.co di Polrestabes Medan, Selasa (11/2/2025).
Baca Juga: 3 Personel Polrestabes Medan yang di PTDH Ajukan Banding, Soal Penganiayaan Menewaskan Warga
"Yang kita minta keterangan, ada 4 orang (polisi) lah. Ada petugasnya (penjaga RTP), kemudian penyidik juga, bahwa dia tidak pernah memanggil ulang untuk pemeriksaan ketika (Salman) sudah di RTP," tambahnya.
Selain itu, Gidion juga mengatakan, jika keterangan yang diminta kepada Salman juga belum utuh, terkait dugaan penyiksaan yang dialaminya.
"Dia (Salman) juga belum memberikan keterangan yang full. Setelah semua (bukti) terkumpul saya akan sampaikan," tuturnya.
Diketahui, kasus ini bermula ketika, Kuasa hukum Salman, Tuseno, menduga jika Salman menjadi korban penganiayaan selama berada di tahanan, sejak Selasa (21/1/2025).
Saat itu, pihak Kuasa hukum Salman mendapat kabar dari petugas tahanan jika kliennya itu tengah dirawat di RS Bhayangkara dengan kondisi tak sadarkan diri.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Dokter Koas ke Karyawan Roti Bakar, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
"Setelah dicek, keadaan korban ada luka lebam di tangan, kaki, dan hidung. Kemudian, ada darah keluar dari air seninya. Sewaktu siuman, korban juga mengalami ketakutan," ujar Tuseno saat dihubungi.
Lebih lanjut, menurut Tuseno, Salman mengaku mengalami penganiayaan sebelum tidur malam oleh beberapa orang yang diduga merupakan suruhan pelapor.
"Beberapa orang yang menganiaya sebelum tidur malam. Tapi bukan tahanan. Ya kami duga para pelaku ini orang suruhan dari pelapor," katanya.
Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Columbia Asia Medan, Salman kini telah dirujuk kembali ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan psikologis.
Menanggapi kasus ini, istri korban telah melaporkannya ke Polda Sumut dengan nomor laporan LP/B/114/I/2025 pada 30 Januari.
"Kami duga ini ada keterlibatan aparat. Karena kami dapati kabar CCTV di lokasi mati. Kita minta dia diproses dan apabila ada yang memerintahkan, juga diusut dan ditangkap," tegas Tuseno.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTPemko Padangsidimpuan dan Satgas PRR Genjot Percepatan Rekontruksi Pascabencana
Rozie Winata·27 menit yang lalu -
INTERNASIONALKrisis Demografi: Populasi Jepang Anjlok 2,5 Persen dalam Sensus Terbaru
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIWabup Pasaman Apresiasi Program Jemari Kejaksaan Negeri
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
OLAHRAGAIndonesia Tempati Peringkat 13 Perolehan Medali Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
-
-
SUMUTReno Francius Simanullang Resmi Emban Jabatan Sebagai Komda PMKRI Sumut-NAD
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
NEWSGubernur Sumut Dukung Keysa Melenggang ke Miss Youth Indonesia
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Ungkap Soal Kuota BBM Subsidi Jauh dari Usulan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan