Peringati Hari Buku Nasional, Ghompok Putar Film Dokumenter Halaman Terakhir
Ghompok putar film dokumenter Halaman Terakhir di Palembang untuk peringati Harbuknas 2026 dan kampanyekan literasi.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Komunitas Ghompok bersama Palembang Bookparty, Readsistance, dan komunitas kolektif literasi lainnya menggelar pemutaran film dokumenter berjudul Halaman Terakhir serta diskusi publik di Cafe Ningrat, Palembang untuk memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas) 2026 pada, Senin (18/5/2026).
Executive Produser sekaligus Anggota Ghompok, Ahmad Rizki Prabu, menyatakan bahwa karya kedua setelah film Tunggu Tubang ini sengaja mengangkat dedikasi nyata dari penjaga perpustakaan mandiri di Palembang yang telah konsisten mengabdi merawat ruang baca sejak tahun 1981.
“Salah satu inspirasi kami adalah Pak Anwar yang merupakan pemilik perpustakaan mandiri di Kota Palembang yang tetap konsisten membuka perpustakaannta sejak tahun 1981 hingga hari ini,” ujar Prabu saat menyampaikan materi sambutan.
Prabu mengatakan jika Anwar merupakan salah satu tokoh kunci di Kota Palembang sebagai pegiat literasi hampir 45 tahun lamanya mengabdi. Anwar menyulap rumahnya menjadi perpustakaan mandiri dan sering dikunjungi oleh berbagai mahasiswa lokal dan internasional.
Melalui pendekatan visual dan narasi yang dekat dengan keseharian, film ini mengajak penonton melihat kembali makna buku bukan hanya sebagai benda, tetapi juga sebagai medium pengetahuan, ingatan, dan perlawanan.
"Menurut kami, sosok Pak Anwar adalah rill penggiat literasi yang memang perlu diketahui oleh orang banyak," katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan jika Hari Buku Nasional seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali membicarakan akses pengetahuan dan masa depan literasi, khususnya di Palembang.
Sesi diskusi bersama Ghompok dan pegiat literasi dalam kegiatan ini turut membahas kondisi literasi saat ini, tantangan keberlangsungan ruang baca, hingga pentingnya menjaga budaya membaca bagi mahasiswa, jurnalis, pekerja kreatif, serta masyarakat.
“Film ini lahir dari kegelisahan kami tentang bagaimana buku perlahan kehilangan ruangnya dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin mengajak publik melihat bahwa membaca masih penting, dan ruang-ruang literasi perlu terus dijaga,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mempertemukan berbagai komunitas dan individu yang memiliki perhatian terhadap literasi serta mendorong lahirnya ruang diskusi yang lebih hidup di Kota Palembang, salah satunya Palembang Bookparty yang hadir sebagai komunitas pegiat literasi.
Peran berbagai gerakan literasi juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini, termasuk dari pegiat literasi Kota Palembang yang turut memberikan perspektif mengenai pentingnya menghadirkan ruang baca alternatif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Anggota Palembang Bookparty, Vivid menambahkan jika ruang-ruang baru penting untuk menjaga semangat literasi tetap hidup di masyarakat di tengah akses buku yang tidak begitu inklusif, seperti yang dilakukan komunitasnya dengan menggelar lapak buku jalanan yang dapat diakses semua orang.
Ia menuturkan seharusnya buku tidak mahal dan dapat dijangkau semua orang, agar semua orang bisa membaca.
"Kota ini butuh napas baru, kami menyediakan buku-buku yang tidak perlu penyortiran dari pihak perpustakaan, jadi kami sediakan buku yang orang lewat bisa langsung baca," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALRevisi UU LLAJ Dinilai Mendesak, ODOL hingga Transportasi Online Jadi Sorotan
Rozie Winata·21 menit yang lalu -
NEWSBrigjen Tubagus Ami Prindani Jadi Kadensus 88, Ini Rekam Jejak Kariernya
hendra·26 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOKeracunan MBG di Muba, Gubernur Sumsel Minta Perketat Higienitas dan Jamin Pengobatan Gratis Siswa
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSSoroti Jalan Rusak, LMND SUMUT dan EK-LMND SE-SUMUT Akan Geruduk Pemko Binjai: Desak Perbaikan Secepatnya
hendra·2 jam yang lalu -
SUMUTDiangkat jadi Kapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan Siap Pecah Bintang Dua di Tanah Deli
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIKoreksi Berlanjut, Harga Emas Merangkak Turun ke Rp2.574.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALNetty Desak Perketat Tata Kelola MBG, Prioritaskan Keamanan Pangan dan Transparansi Anggaran
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELRotasi Jabatan Polri, Brigjen Pol Rony Samtana Diangkat Kapolda Sumsel Gantikan Irjen Pol Sandi Nugroho
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALBahlil Jadi Menko Hilirisasi, Mekeng Tekankan Nilai Tambah Sektor Tambang
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan