Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bantah TNI Anti Kritik, KSAD Soroti Pendanaan Film 'Pesta Babi'

KSAD bantah TNI anti kritik terkait pembubaran nobar film 'Pesta Babi' dan pertanyakan asal dana produksinya.

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan keterangan membantah TNI melakukan intervensi pembubaran film 'Pesta Babi', Selasa (19/5/2027). (Foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan keterangan membantah TNI melakukan intervensi pembubaran film 'Pesta Babi', Selasa (19/5/2027). (Foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Jenderal membantah adanya instruksi dari TNI terkait pembubaran kegiatan nonton bareng “” di . 

Ia menegaskan, keputusan pembubaran merupakan kewenangan pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat demi menjaga situasi tetap kondusif.

Menurut Maruli, selama ini justru banyak menjalankan program kemasyarakatan di wilayah terpencil , mulai dari pembangunan fasilitas hingga membantu kebutuhan dasar warga.

“Kalau dilihat, mungkin teman-teman belum pernah lihat ke sana. Masyarakat di sana ada yang hidup tidak bersih, ada sekolah juga yang tidak berjalan. Kami justru banyak hadir membantu mereka,” kata Maruli kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, aparat daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan wilayah, termasuk mempertimbangkan potensi kerawanan dari suatu kegiatan publik.

“Karena ada pembubaran kan dari pemerintah daerah dan keamanan wilayah. Itu tanggung jawab mereka untuk mengamankan wilayah. Mereka menganggap ada risiko keributan,” ujarnya.

Maruli juga menepis anggapan bahwa pembubaran tersebut merupakan bentuk antikritik dari TNI terhadap isi tersebut.

“Bukan TNI-nya, pemerintah daerah yang memutuskan. Instruksinya tidak ada dari kami,” tegasnya.

Selain itu, Maruli mempertanyakan pihak-pihak yang berada di balik produksi film tersebut. Ia menyinggung besarnya biaya yang diperlukan untuk membuat dokumenter di wilayah Papua.

“Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video bagaimana ceritanya seperti ini, duitnya dari mana? Sampai datang ke sana bikin video, terbang sini terbang sana,” ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan setiap pihak tetap memiliki hak untuk membuat karya atau menyampaikan pandangan mereka.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru