nusantaraterkini.co, MEDAN - Pengusaha Batu Nisan dibacok kawanan begal saat berada di kawasan Jalan Besar Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Akibat peristiwa nahas ini, korban Mahmuda Nasution (23) warga Jalan Dusun I, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batangkuis mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu (26/10/2025) dini hari.
Dikisahkan oleh korban, peristiwa pembegalan yang nyaris saja dialaminya itu bermula pada saat ia baru saja selesai nongkrong bersama teman-temannya di Mie Gacoan yang berada di kawasan Jalan Pancing, Medan.
Baca Juga : Darmadi Durianto Kritik Rencana Pajak E-Commerce, Sebut Bisa Jadi Pukulan bagi UMKM
Usai nongkrong, korban pun bergegas untuk kembali pulang menuju rumahnya. Dan saat itu, korban pun melintasi Jalan Laut Dendang dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Scoopy seorang diri.
"Jadi malam itu saya baru selesai nongkrong di Mie Gacoan Pancing sama kawan saya, lalu saya pulang dari jalan Laut Dendang. Karna itu memang jalan yang biasa saya lalui dari jaman sekolah dulu," Ujar Mahmuda Nasution saat dihubungi awak media melalui telphone WhatsApp, Senin (27/10/2025) siang.
Namun saat melintas tepat di atas jembatan sungai Laut Dendang, korban tiba-tiba di pepet oleh empat orang pria dengan mengendarai dua sepeda motor sembari mengatakan "berhenti kau" kepada korban.
Baca Juga : Berkah Berlipat Pengusaha Kafe saat Listrik Padam di Kota Medan
Melihat hal itu, korban pun langsung berusaha menyelamatkan diri dengan cara menendang bagian stang salah satu sepeda motor yang di kendarai oleh dua orang pelaku hingga keduanya terjatuh.
Melihat dua orang rekannya terjatuh, dua orang pelaku lainnya yang juga menggunakan sepeda motor ini pun langsung mengejar korban sembari mengayunkan senjata tajam jenis parang kearah tangan korban.
"Karna di pepet dan disuruh berhenti itu, saya tendang lah stang sepeda motor salah satu pelaku hingga terjatuh. Nah, mungkin pelaku yang lain gak terima langsung ngejar saya dan ngebacok tangan saya sebanyak 2 kali," Terangnya.
Baca Juga : Polisi Lakukan Penyelidikan Hancurnya Belasan Batu Nisan di TPU Kota Binjai
Dengan kondisi terluka parah akibat sabetan senjata tajam, korban pun berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara kabur meninggalkan para pelaku yang saat itu masih berusaha mengejarnya.
"Jadi di tekongan S bawah jembatan itu kan ada rumah kawan saya, rencananya kalau para pelaku itu masih ngejar mau saya belokan kesitu. Rupanya saya liat pas uda di bawah jembatan para pelau gak lagi ngejar saya, akhirnya saya teruskan ajalah sampai kerumah," jelasnya.
Sesampainya di rumah, korban pun langsung dibawa oleh kedua orang tuangnya ke Puskesmas. Namun, lantaran luka yang cukup parah, akhirnya korban pun di rujuk ke RS Amri Tambunan dengan menggunakan Ambulance.
Baca Juga : Belasan Batu Nisan di TPU Kota Binjai Hancur Lebur, Warga : Besinya Dicuri
"Malam itu orang tua langsung bawa saya ke puskesmas, cuma karena lukanya cukup parah saya dirujuk ke RS Amri Tambunan. Dan ini uda hari ketiga lah saya dirawat," katanya.
Akibat sabetan benda tajam tersebut, korban pun terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif lantaran menderita dua luka bacok yang mengakibatkan salah satu saraf di bagian pergelangan tangan korban putus.
"Ada dua luka bacoknya di tangan kanan saya, tapi yang fatal di bagian pergelangan tangan yang mengakibatkan urat saraf saya putus," jelas Mahmuda lirih.
Baca Juga : Melintas di Jalan Sepi, Pengendara Motor di Begal: Tangan Korban Dibacok Pelaku
Sementara itu, akibat peristiwa percobaan pembegalan serta peristiwa pembacokan yang dialaminya ini, korban sendiri telah membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Tembung dengan nomor laporan LP/B/1673/X/2025/SPKT MEDAN TEMBUNG/Tanggal 25 Oktober 2025.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
