Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemerintah Targetkan Bangun 104 Sekolah Rakyat Tahun Ini

Pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat pada 2026. Di Medan, gedung permanen sekolah hampir rampung dan siap digunakan.

Bagikan:
Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, Senin (15/6/2026).(foto: diskominfo medan)
Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, Senin (15/6/2026).(foto: diskominfo medan)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN- Menteri Sosial RI menyebutkan, secara nasional, pembangunan gedung permanen saat ini tengah berlangsung di 93 lokasi. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 104 titik di seluruh Indonesia.

Dijelaskan Menteri Sosial RI, anggaran ini bersumber dari APBN atas arahan Presiden dengan memberikan Mandat pembangunan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Target penggunaan Bulan Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.

“Saya gembira selama 11 bulan pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan ini berjalan dengan baik dan dikawal langsung oleh Pak Wali Kota," kata Mensos yang akrab disapa , saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, Senin (15/6/2026).

Untuk tahun ini, kuota siswa Sekolah Rakyat di tersedia sebanyak 270 orang yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Agar tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu, proses penetapan siswa dilakukan melalui verifikasi berlapis oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pemerintah daerah setempat.

Bangga

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengaku menjadi saksi langsung perjalanan Sekolah Rakyat sejak awal program digulirkan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendampingi pelaksanaan program, mulai dari tahap perencanaan hingga proses yang saat ini telah menunjukkan hasil menggembirakan.

pun mengenang kunjungan pertamanya dahulu, saat para siswa masih terlihat kurang percaya diri dan belum mampu menunjukkan kedisiplinan yang baik. Namun, hanya dalam beberapa kali kunjungan berikutnya, perubahan drastis mulai tampak jelas.

"Saya datang lagi dan melihat progresnya sudah mulai terlihat. Anak-anak sudah mulai berani memimpin, mulai tertib dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Hari ini saya melihat mereka tampil sangat luar biasa dibandingkan saat pertama kali saya datang," ujar Rico Waas.

Rico Waas juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Amal. Kala itu, ia masih menemukan anak-anak yang membawa luka fisik akibat perkelahian jalanan—sebuah realitas keras yang dulunya akrab dengan kehidupan mereka.

Namun, lewat pendekatan yang tepat, anak-anak tersebut perlahan bertransformasi. "Dalam waktu sekitar 10 bulan, perkembangan mereka sangat luar biasa. Saya bangga melihat transformasi yang terjadi pada mereka," katanya.

Selain perkembangan mental dan sikap siswa, Rico Waas turut menyoroti pembangunan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Medan. telah menyiapkan lahan sekitar enam hektare di kawasan Tuntungan dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai 87 persen.

"Saya melihat sendiri bagaimana sekolah ini dibangun dengan sangat baik. Bukan sekadar cepat selesai, tetapi juga memperhatikan kualitas. Mulai dari bangunan, fasilitas hingga konsep pendidikannya disiapkan dengan matang," ungkapnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait