Pemerintah Targetkan Bangun 104 Sekolah Rakyat Tahun Ini
Pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat pada 2026. Di Medan, gedung permanen sekolah hampir rampung dan siap digunakan.
Nusantaraterkini.co, MEDAN- Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyebutkan, secara nasional, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini tengah berlangsung di 93 lokasi. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 104 titik di seluruh Indonesia.
Dijelaskan Menteri Sosial RI, anggaran sekolah rakyat ini bersumber dari APBN atas arahan Presiden dengan memberikan Mandat pembangunan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Target penggunaan Bulan Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.
“Saya gembira selama 11 bulan pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan ini berjalan dengan baik dan dikawal langsung oleh Pak Wali Kota," kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul, saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bagi orang tua dan calon siswa di Aula BRSODH Bahagia, Jalan Willem Iskandar, Senin (15/6/2026).
Untuk tahun ini, kuota siswa Sekolah Rakyat di Kota Medan tersedia sebanyak 270 orang yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Agar tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu, proses penetapan siswa dilakukan melalui verifikasi berlapis oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pemerintah daerah setempat.
Rico Waas Bangga
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengaku menjadi saksi langsung perjalanan Sekolah Rakyat sejak awal program digulirkan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendampingi pelaksanaan program, mulai dari tahap perencanaan hingga proses pendidikan yang saat ini telah menunjukkan hasil menggembirakan.
Rico Waas pun mengenang kunjungan pertamanya dahulu, saat para siswa masih terlihat kurang percaya diri dan belum mampu menunjukkan kedisiplinan yang baik. Namun, hanya dalam beberapa kali kunjungan berikutnya, perubahan drastis mulai tampak jelas.
"Saya datang lagi dan melihat progresnya sudah mulai terlihat. Anak-anak sudah mulai berani memimpin, mulai tertib dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Hari ini saya melihat mereka tampil sangat luar biasa dibandingkan saat pertama kali saya datang," ujar Rico Waas.
Rico Waas juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jalan Amal. Kala itu, ia masih menemukan anak-anak yang membawa luka fisik akibat perkelahian jalanan—sebuah realitas keras yang dulunya akrab dengan kehidupan mereka.
Namun, lewat pendekatan pendidikan yang tepat, anak-anak tersebut perlahan bertransformasi. "Dalam waktu sekitar 10 bulan, perkembangan mereka sangat luar biasa. Saya bangga melihat transformasi yang terjadi pada mereka," katanya.
Selain perkembangan mental dan sikap siswa, Rico Waas turut menyoroti pembangunan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Medan. Pemko Medan telah menyiapkan lahan sekitar enam hektare di kawasan Tuntungan dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai 87 persen.
"Saya melihat sendiri bagaimana sekolah ini dibangun dengan sangat baik. Bukan sekadar cepat selesai, tetapi juga memperhatikan kualitas. Mulai dari bangunan, fasilitas hingga konsep pendidikannya disiapkan dengan matang," ungkapnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·16 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·1 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELPusri Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel Jelang Musim Tanam
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHeboh, Bank di Malaysia Diduga Kena Serangan Siber, Indonesia Bagaimana?
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALOptimalisasi SDA dan Penguatan TKD dalam RAPBN, DPD RI Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOCegah Praktik Underpricing Ekspor, Abdul Kholik Dukung Pembenahan Tata Kelola SDA
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan