Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pedagang di Medan Cerita Lika-liku Jual Cabai Merah

Kadang kami jual dengan untung tipis sekali, bahkan pernah juga rugi

Erna, pedagang pasar tengah merapikan cabai merah yang ditumpuk dalam sebuah wadah anyaman bambu. Tangan pedagang tampak menyentuh cabai-cabai segar berwarna merah menyala. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
Erna, pedagang pasar tengah merapikan cabai merah yang ditumpuk dalam sebuah wadah anyaman bambu. Tangan pedagang tampak menyentuh cabai-cabai segar berwarna merah menyala. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Untung berjualan tidak selalu sepedas rasanya.

Erna, Pedagang Cabai di , Kecamatan Helvetia, Kota Medan, mengaku sudah terbiasa menghadapi pasang-surut harga komoditas ini.

“Kadang kami jual dengan untung tipis sekali, bahkan pernah juga rugi,” kata wanita yang sudah berjualan selama 20 tahun ini saat ditemui Nusantaraterkini.co, Sabtu (16/8/2025).

Di lapaknya yang tidak begitu luas, tumpukan karung segar tersusun di atas meja kayu. Bau menyengat khas cabai memenuhi udara, bercampur dengan teriakan pedagang lain menawarkan dagangan.

Baca Juga : Kian Terpuruk Terganggu Demand, Harga Cabai Merah Sentuh Rp16 Ribu Per Kg

Erna bercerita, harga cabai bisa berubah-ubah dalam hitungan hari. Jika pasokan dari daerah sentra seperti Karo dan Dairi tersendat, harga melonjak tinggi. Namun begitu stok melimpah, pedagang harus rela menjual dengan margin yang nyaris habis

“Kalau naik, pembeli mengeluh. Kalau turun, kami yang pusing karena barang keburu busuk,” ujar Erna sambil membersihkan cabai untuk diolah jadi sambal.

Situasi itu membuat pedagang cabai sering disebut berjudi setiap hari, karena tak ada kepastian harga maupun keuntungan.

Pedagang lain, Syamsul, menyebut risiko besar justru datang dari sifat cabai yang mudah rusak. Sehari saja tak laku, cabai mulai keriput dan harganya jatuh.

“Makanya harus pintar-pintar. Kadang lebih baik dijual cepat dengan untung tipis daripada disimpan lama,” katanya.

Fluktuasi harga cabai bukan hanya menyulitkan pedagang, tetapi juga menyulut keluhan konsumen. Di , harga cabai merah bisa melonjak dari Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram hanya dalam beberapa hari.

“Paling kasihan itu pembeli kecil, ibu rumah tangga. Mereka selalu tanya, kenapa naik terus, padahal kami juga bingung jawabnya,” kata Erna.

Bagi pedagang pasar, jualan cabai adalah permainan keseimbangan antara keberanian, ketekunan, dan nasib baik. 

“Ya, begitulah risiko jual cabai ini. Mau berhenti susah, mau lanjut pun harus siap pedasnya,” ujar Erna, tertawa kecil.

Baca Juga : Kecuali Cabai, Mayoritas Harga Kebutuhan Pokok Stabil hingga H+3 Idul Fitri

Penting untuk diketahui, berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut per 7 Agustus 2025, harga rata-rata cabai merah di pasar berkisar Rp 37 ribu-Rp 40 ribu per kilogram naik signifikan dari kisaran di bawah Rp 30 ribu pada Juni–Juli 2025.

Di Kabupaten Nias Barat, bahkan sempat menyentuh Rp 65 ribu per kilogram, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional sebesar Rp 55 ribu. Sementara di daerah seperti Tapanuli Utara dan Tanjung Balai, harga terendah tercatat sekitar Rp 25 ribu per kilonya.

Pada awal Agustus, laporan Media Indonesia menyebut bahwa dalam dua pekan sebelumnya, harga cabai sempat melejit hingga 85 persen dari sekitar Rp 20 ribu menjadi Rp 37 ribu, Rp 40 ribu per kilo, sebelum terkoreksi kembali ke kisaran Rp 25 ribu dan Rp 30 ribu per kilo ketika pasokan membaik. 

Menurut Badan Pelayanan Statistik (BPS) Sumut, komoditas cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar di wilayah ini. Pada Mei 2025, cabai merah menyumbang deflasi sebesar 0,55 persen, dengan efek paling tajam di Medan 45,99 persen dan Deli Serdang 42,05 persen.

Memasuki Juni 2025, deflasi m-to-m di Sumut turun menjadi 0,19 persen, masih dipimpin oleh cabai merah yang menyumbang 0,17 persen, serta andil deflasi y-to-d sebesar 26,78 persen.

(cw7/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru