Oknum Polisi di Polda Kepri Jadi Tersangka, Rekan Sesama Anggota Tewas Diduga Dianiaya di Barak
Oknum polisi di Polda Kepri jadi tersangka penganiayaan sesama anggota hingga tewas di barak. Kasus masih didalami Propam dan penyidik.
Nusantaraterkini.co, KEPRI - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menetapkan seorang anggota Bintara berinisial Bripda AS sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap sesama polisi yang berujung maut.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di lingkungan mes atau barak Bintara Remaja yang berada di rumah susun sederhana sewa (rusunawa), pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa hingga kini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pihaknya masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan anggota lain.
“Untuk sementara satu tersangka, yakni Bripda AS. Kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota Ditsamapta, Bripda NS, meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Bripda JB, masih menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula saat korban dipanggil oleh seniornya terkait dugaan tidak mengikuti kegiatan kerja bakti atau kurve. Pemanggilan itu kemudian berujung pada aksi kekerasan di dalam kamar barak.
“Penganiayaan dilakukan tanpa menggunakan alat, hanya dengan tangan kosong,” jelas Eddwi.
Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari delapan orang saksi. Mereka kini diamankan oleh Propam untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Polda Kepri menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius pimpinan dan akan ditangani secara transparan hingga tuntas.
Selain proses pidana yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum, pelaku juga akan menjalani proses etik kepolisian.
Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Hingga saat ini, hasil autopsi masih menunggu keterangan resmi dari tim medis.
Pihak kepolisian juga memastikan akan memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk penanganan pemulangan jenazah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·25 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·4 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan