Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Rupiah diprediksi melemah ke Rp16.690–Rp16.730, dipengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan proyeksi positif ekonomi Indonesia di IMF.

Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – pada perdagangan Selasa (25/11/2025) diperkirakan bergerak melemah di kisaran Rp16.690–Rp16.730 per . Meski begitu, pada penutupan sebelumnya justru menorehkan penguatan tipis.

Data Bloomberg mencatat rupiah terapresiasi 0,10% atau 17 poin ke level Rp16.699 per AS. Di saat bersamaan, indeks dolar AS naik tipis 0,02% menjadi 100,20.

Pergerakan Asia lainnya cenderung bervariasi. Baht Thailand terkoreksi 0,26%, yuan China melemah 0,02%, peso Filipina turun 0,07%, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,29%. Sebaliknya, ringgit Malaysia menguat 0,16%, rupee India naik 0,25%, dolar Singapura naik 0,24%, sementara dolar Hong Kong menguat 0,01% terhadap dolar AS.

Sentimen Global: Ekspektasi The Fed Longgar & Geopolitik Mereda

Pengamat dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menuturkan bahwa pasar global tengah merespons meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada Desember mendatang.

“Pidato pejabat The Fed dan data ekonomi terbaru menunjukkan ekonomi AS masih solid, pasar tenaga kerja tetap kuat, namun tekanan inflasi masih tinggi. Probabilitas penurunan suku bunga 25 bps pada Desember melonjak menjadi sekitar 69%, dari 44% pada pekan sebelumnya,” ujar Ibrahim dalam risetnya.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Ukraina. Kedua negara dikabarkan mencapai kemajuan dalam pembahasan rencana perdamaian, termasuk kesepakatan terkait wilayah serta pembatalan rencana bergabung dengan NATO. Menurut Ibrahim, potensi kesepakatan tersebut dapat membuka peluang pencabutan sanksi yang selama ini menekan ekspor minyak Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia.

Sentimen Domestik: Prospek PDB Indonesia Dipuji IMF

Dari dalam negeri, pasar merespons positif proyeksi IMF yang mematok pertumbuhan sebesar 5%–5,8% pada 2025 dan 5%–6% pada 2026. Proyeksi tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global.

Ibrahim menilai bahwa strategi pemerintah dalam memperkuat infrastruktur, mendorong hilirisasi industri, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja telah membangun basis pertumbuhan yang lebih solid. Selain itu, bauran kebijakan fiskal dan moneter juga diprediksi mampu menjaga stabilitas makro dan menarik investasi berkualitas.

“Dengan fundamental yang semakin kuat serta dukungan dari lembaga internasional, Indonesia berada pada posisi strategis untuk mempertahankan ketahanan ekonomi dan memacu transformasi selanjutnya,” terangnya.

Sebelumnya, Ibrahim memperkirakan akan bergerak fluktuatif dan berpeluang ditutup melemah di rentang Rp16.710–Rp16.740 per -as" class="article-tag-link" rel="tag">dolar AS.

Rupiah Dibuka Menguat

Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah justru menguat 0,17% ke level Rp16.670 per -as" class="article-tag-link" rel="tag">dolar AS, sementara indeks dolar AS naik tipis ke posisi 100,15.

Sejumlah mata uang Asia turut menguat, seperti yen Jepang (0,16%), dolar Hong Kong (0,04%), dolar Singapura (0,07%), dolar Taiwan (0,03%), serta won Korea Selatan (0,21%).

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru