Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah di Kisaran Rp17.720-Rp17.760 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, diproyeksikan fluktuatif dan melemah ke kisaran Rp17.720-Rp17.760 per dolar AS.

Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA diperkirakan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Sejumlah sentimen global dan domestik masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026) terkoreksi tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp17.725 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip , pergerakan rupiah masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang rencana aksi unjuk rasa besar di Jakarta pada Kamis (27/8/2026). Kondisi tersebut turut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar dalam menentukan arah pergerakan mata uang domestik.

Selain itu, investor mulai mencermati rilis data Agustus yang dijadwalkan pada pekan depan. Risiko kenaikan harga pangan akibat fenomena El Niño juga menjadi perhatian karena berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.

“Para pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data bulan Agustus pekan depan, mengingat risiko terkait fenomena El Niño memicu kekhawatiran akan kenaikan harga pangan,” tulis dalam laporannya, Rabu (26/8/2026).

Pasar juga menunggu publikasi data perdagangan Indonesia periode Juli 2026. Di sisi eksternal, rupiah masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian pasar energi global serta perkembangan dunia.

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah berpeluang sedikit mereda seiring ekspektasi keberlanjutan kebijakan moneter (BI). Pasar menilai stabilitas nilai tukar masih menjadi salah satu perhatian utama bank sentral.

Sentimen dan Konflik Timur Tengah

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan investor juga masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah laporan media Rusia mengenai peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Ibrahim, perhatian pasar kemudian beralih pada sejumlah indikator AS, termasuk data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi salah satu acuan penting dalam melihat perkembangan inflasi.

Investor juga mencermati pidato Warsh sebagai Ketua Federal Reserve () dalam simposium Jackson Hole. Pernyataan dari pejabat bank sentral AS akan menjadi perhatian karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

“Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi,” ujar Ibrahim.

Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins sebelumnya menyampaikan dukungan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Kebijakan tersebut dapat dipertahankan selama perkembangan inflasi terus bergerak menuju target 2%.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini, Kamis (27/8/2026), akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.720 hingga Rp17.760 per .

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru