Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$693,71 Juta pada Juni 2026, Ekspor Tumbuh 21,70 Persen

Bobby Nasution optimistis wastra Sumut mampu menembus pasar internasional usai tampil memukau di Indonesia Fashion Week 2026.

Grafik perkembangan neraca perdagangan Sumatera Utara.(foto: bps sumut)
Grafik perkembangan neraca perdagangan Sumatera Utara.(foto: bps sumut)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN — Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi (Sumut) mencatatkan tren positif pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, neraca perdagangan luar negeri Sumut pada Juni 2026 berhasil membukukan surplus sebesar US$693,71 juta. 

​"Capaian surplus ini mengalami lonjakan hingga 26,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Juni 2025 yang tercatat sebesar US547,10 juta. Secara kumulatif, surplus perdagangan Sumut sepanjang semester I (Januari–Juni) 2026 telah menembus angka US3.590,27 juta," ujar Kepala BPS Sumut Asim Saputra, Senin (3/8/2026).

​Asim memaparkan, nilai total ekspor Sumut melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut pada Juni 2026 mencapai US$1.245,37 juta. Angka ini naik signifikan sebesar 21,70 persen dibandingkan nilai ekspor Juni 2025 yang bernilai US$1.023,32 juta. 

​Apabila ditinjau dari komoditas utamanya sepanjang Januari–Juni 2026, kenaikan nilai ekspor terbesar disumbang oleh dua sektor utama, yakni berbagai produk kimia yang mengalami lonjakan kenaikan sebesar US$196,07 juta (22,37%). Kemudian

Lemak & Minyak Hewan/Nabati yang meningkat sebesar US$165,33 juta (7,04%).

​"Secara keseluruhan, sektor Industri tetap menjadi tulang punggung ekspor dengan kontribusi mendominasi sebesar 93,21 persen dari total ekspor semester I 2026, disusul oleh sektor Pertanian sebesar 6,78 persen," lanjut Asim.

​

Tiongkok dan Amerika Serikat Jadi Mitra Utama

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Tiongkok masih menjadi pasar dan pangsa tujuan ekspor terbesar bagi produk-produk asal Sumatera Utara dengan nilai mencapai US$1.111,79 juta. Posisi kedua disusul oleh Amerika Serikat sebesar US$920,77 juta, dan India di posisi ketiga dengan nilai US$459,45 juta. Ketiga negara tujuan utama ini menyumbang sekitar 38,15 persen dari total kontribusi ekspor Sumut.

​"Secara kawasan, negara-negara di wilayah Asia (di luar ASEAN) menjadi pangsa ekspor terbesar dengan porsi mencapai 38,68 persen (US$2.526,54 juta)," lanjutnya.

​Kinerja Impor Didominasi Bahan Baku

​Di sisi lain, total nilai impor Sumatera Utara pada Juni 2026 tercatat sebesar US$551,66 juta, naik 15,84 persen dibandingkan Juni 2025. Sepanjang periode Januari–Juni 2026, total nilai impor Sumut secara akumulatif berada di angka US$2.942,28 juta (naik 11,07% C-to-C). 

​Struktur impor Sumatera Utara masih didominasi oleh kelompok Bahan Baku Penolong dengan porsi sebesar 80,16 persen (US2.358,49 juta). Sementara itu, impor Barang Konsumsi berkontribusi sebesar 12,28 persen (US361,23 juta), serta Barang Modal sebesar 7,56 persen (US$222,56 juta).

​Komoditas bahan bakar mineral menjadi barang impor dengan porsi tertinggi sebesar 24,75 persen, disusul oleh mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 8,24 persen.

"Tiongkok, Singapura, dan Malaysia menjadi tiga negara pemasok barang impor terbesar bagi Sumatera Utara sepanjang semester pertama tahun 2026," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait