Meski Tuai Kecaman Keras, Trump Kembali Serukan Pengambilalihan Greenland
Trump tunjuk utusan khusus untuk ambil alih Greenland. Denmark & Uni Eropa kecam keras pelanggaran kedaulatan.
Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (22/12) kembali menegaskan seruannya untuk mengambil alih Greenland, yang memicu kecaman keras dari Greenland, Denmark dan Uni Eropa (UE).
"Kami membutuhkan Greenland demi keamanan nasional, bukan karena mineralnya," kata Trump kepada wartawan di resornya, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida.
Klaim Trump tersebut bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang diutarakan oleh pemerintahannya sendiri. Pernyataan itu menyebutkan bahwa kombinasi dari kekhawatiran keamanan nasional, strategi Arktik, dan potensi mineral serta sumber daya alam yang penting menjadi pendorong minat AS.
Pada Minggu (21/12/2025), Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khususnya untuk Greenland.
"Kita harus memilikinya (Greenland), dan dia (Landry) ingin memimpin upaya itu," kata Trump.
Baca Juga : Mega-tsunami Setinggi 200 Meter di Greenland Sebabkan Bumi Bergetar Selama 9 Hari
Sebagai tanggapan, Landry mengatakan di platform media sosial X bahwa posisi sebagai utusan khusus itu akan menjadi "sebuah posisi sukarela untuk menjadikan Greenland bagian dari AS."
"Mereka mengatakan Denmark yang memilikinya. Denmark tidak mengeluarkan uang sepeser pun dan tidak memiliki perlindungan militer," imbuh Trump.
Greenland, yang dulunya merupakan koloni Denmark, diberikan pemerintahan sendiri pada 1979. Pada 2009, Denmark mengesahkan Undang-Undang tentang Pemerintahan Mandiri Greenland, yang memperluas wewenang pulau tersebut atas urusan dalam negerinya.
Namun, Denmark tetap memegang kendali atas urusan luar negeri, pertahanan, dan keamanan Greenland, menurut informasi di situs web Kantor Perdana Menteri Denmark.
Penunjukan utusan Trump untuk Greenland telah memicu reaksi diplomatik yang keras di Greenland, Denmark, dan UE.
Baca Juga : Pasukan AS Sita Kapal Tanker Minyak Kedua di Venezuela, Trump Perintahkan Blokade Total
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen pada Senin mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil Duta Besar AS untuk Denmark Kenneth Howery terkait penunjukan tersebut.
"Saya sangat kecewa dengan penunjukan utusan khusus ini. Dan saya sangat kecewa dengan pernyataan utusan tersebut, yang menurut kami sama sekali tidak dapat diterima," kata Rasmussen kepada stasiun televisi Denmark TV 2.
Dalam sebuah pernyataan bersama pada Senin, Mette Frederiksen, selaku perdana menteri Denmark, dan Jens-Frederik Nielsen, selaku perdana menteri pemerintahan otonom Greenland, mengatakan bersama bahwa mereka mengharapkan "integritas teritorial bersama" mereka dihormati oleh pihak AS.
"Kami telah mengatakannya dengan sangat jelas sebelumnya. Saat ini, kami mengatakannya lagi. Anda tidak dapat mencaplok negara lain, bahkan dengan alasan keamanan internasional sekalipun. Greenland adalah milik rakyat Greenland, dan AS tidak seharusnya mengambil alih Greenland," bunyi pernyataan tersebut.
"Menjaga integritas teritorial Kerajaan Denmark, kedaulatannya, dan kekebalan perbatasannya sangat penting bagi UE," kata juru bicara urusan luar negeri UE, Anouar El Anouni, dalam konferensi pers pada Senin.
Dia menambahkan bahwa sikap UE tersebut didasarkan pada posisi yang telah lama dipegang mengenai masalah ini.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·17 menit yang lalu -
SEPAKBOLALionel Scaloni Tunjuk Cristian Romero Menjadi Kapten Timnas Argentina Penerus Lionel Messi
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
SUMUTMengenal Lokomotif Legendaris BB302, Saksi 56 Tahun Sejarah Kereta Api Sumut
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Bangkit di Akhir Pekan: Naik Rp23 Ribu ke Rp2.613.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALRazia Gabungan THM di Padangsidimpuan, Satu Pengunjung Wanita Terjaring karena Positif Narkotika
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANKasus HIV di Sumut Tembus 2.334 Temuan, Kelompok LSL Dominasi Paling Tinggi
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPencarian Selesai, Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal Dunia
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELUsut Kasus Karhutla, Polda Sumsel Naikkan Status 16 Korporasi ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSLintas Generasi, Mayjen Yusri dan Brigjen Osmar Silaturahmi ke M Herindra
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
RELIGIRico Waas Serahkan Rekomendasi Rumah Ibadah dan Minta Jaga Kerukunan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan