Menteri Perang AS Desak Tambahan Dana Perang Iran, Publik Tolak Konflik
Menteri Perang AS minta tambahan dana perang Iran di tengah meningkatnya sentimen penolakan publik.
Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada Selasa (21/7/2026) meminta lebih banyak dana untuk perang melawan Iran dalam sidang Senat, di saat sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan mayoritas warga Amerika meyakini perang tersebut tidak layak diperjuangkan.
Pendanaan tambahan untuk perang dengan Iran mendesak dan diperlukan, kata Hegseth dalam pidatonya di sidang Komite Alokasi Anggaran Senat.
"Tanpa dana ini, kita menghadapi kekurangan yang kritis," ujar Hegseth, yang pidato pembukaannya beberapa kali disela oleh para pengunjuk rasa, dengan sebagian di antara mereka memegang papan bertuliskan "Tiadakan Perang di Iran" (No War on Iran).
Dalam sidang tersebut, Hegseth mengatakan perang AS melawan Iran telah menelan biaya 37,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.909) sejauh ini, naik dari perkiraan 29 miliar dolar AS pada Mei.
Pernyataan Hegseth itu disampaikan ketika para anggota parlemen Partai Republik berupaya mendapatkan persetujuan kongres untuk anggaran pertahanan yang diusulkan Presiden AS Donald Trump sebesar 1,5 triliun dolar AS, bahkan ketika semakin banyak jajak pendapat menunjukkan kian besarnya penolakan publik terhadap perang melawan Iran.
Sebuah jajak pendapat Washington Post-Ipsos baru-baru ini menunjukkan bahwa 68 persen warga Amerika meyakini perang tersebut tidak layak diperjuangkan.
Washington Post melaporkan, penilaian terhadap perang Iran lebih buruk dibandingkan jajak pendapat Post-ABC News mana pun selama Perang Irak yang panjang dan setara buruknya dengan peringkat perang Afghanistan, yang diadakan pada Juli 2013, ketika 67 persen responden mengatakan bahwa konflik tersebut tidak layak diperjuangkan.
Sebuah jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang dirilis pada Juni menunjukkan bahwa 45 persen pemilih mengatakan AS berada dalam posisi yang lebih lemah di dunia sebagai akibat dari perang AS melawan Iran.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALTinjau API Banyuwangi, Wamenaker Minta Peserta MagangHub Asah Kompetensi
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan