Mensesneg Soroti Peran Spekulan di Balik Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah
Mensesneg Prasetyo Hadi menilai aktivitas spekulan ikut memicu anjloknya IHSG dan pelemahan rupiah. Pemerintah fokus menjaga stabilitas.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai aktivitas spekulan turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Prasetyo, pergerakan pasar tidak hanya dipengaruhi faktor fundamental ekonomi, tetapi juga aksi spekulatif yang dapat memperbesar gejolak di pasar modal maupun pasar valuta asing.
"Ada faktor spekulan yang ikut memengaruhi pergerakan nilai tukar dan IHSG. Hal-hal seperti ini juga perlu menjadi perhatian bersama," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah IHSG mengalami tekanan signifikan sepanjang pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup pada level 5.594,77 pada perdagangan 5 Juni 2026, turun 8,69 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.127,38.
Penurunan tersebut juga berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa yang menyusut dari Rp10.729 triliun menjadi Rp9.807 triliun atau turun sekitar 8,59 persen dalam sepekan.
Meski pasar tengah bergejolak, Prasetyo memastikan pemerintah terus berupaya menjaga komunikasi dengan masyarakat dan pelaku usaha guna memberikan kepastian terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Ia mengakui masih terdapat kritik terhadap efektivitas komunikasi pemerintah. Namun, menurutnya, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada publik.
"Kritik dan saran merupakan bagian penting dalam proses perbaikan. Pemerintah akan terus berupaya memperkuat komunikasi agar informasi yang disampaikan dapat diterima secara lebih baik oleh masyarakat," ujarnya.
Prasetyo menegaskan stabilitas ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat luas.
Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga kepercayaan pasar serta meminimalkan dampak gejolak yang terjadi di sektor keuangan.
"Kita harus bersama-sama menjaga ekonomi nasional. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, mari diperbaiki secara kolektif demi kepentingan bangsa," tutupnya.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·54 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan