Lebaran di Tengah Kepungan Air, Cuaca Ekstrem dan Rob Rendam Pemukiman di Pasuruan
Banjir dan rob rendam Pasuruan saat Lebaran. Hujan lebat dan pasang laut picu luapan Sungai Welang, ratusan warga terdampak.
Nusantaraterkini.co, PASURUAN – Suka cita perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Pasuruan, Jawa Timur, terusik oleh bencana hidrometeorologi. Memasuki H+2 Lebaran, sejumlah wilayah di kota tersebut terendam banjir akibat kombinasi cuaca ekstrem dan fenomena pasang air laut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu malam (21/3/2026) menjadi pemicu utama meluapnya debit air ke pemukiman warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 19.00 WIB hingga Senin dini hari (23/3/2026) membuat Sungai Welang tidak mampu menampung volume air. Situasi kian pelik karena pada saat yang bersamaan terjadi peningkatan pasang air laut yang signifikan, sehingga air sungai tertahan dan berbalik membanjiri daratan.
“Kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu banjir di sejumlah lokasi. Hal ini diperparah oleh peningkatan pasang air laut yang signifikan,” jelas Abdul Muhari, dikutip dari RMOL, Senin (23/3/2026).
Hingga saat ini, genangan air dengan ketinggian berkisar antara 5 hingga 40 cm masih merendam beberapa titik, di antaranya Kecamatan Gadingrejo, Kelurahan Karangketug, Desa Rujak Gadung, dan Desa Karang Asem. Berdasarkan data awal, terdapat sedikitnya 100 unit rumah yang terdampak dengan estimasi warga terdampak mencapai 100 kepala keluarga (KK). Proses pendataan secara mendalam masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi dan penanganan cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama tim reaksi cepat BPBD Kota Pasuruan telah diterjunkan ke lokasi. Tim gabungan fokus melakukan asesmen kerusakan, koordinasi bantuan logistik, serta pemantauan debit air secara berkala guna memastikan keselamatan warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Provinsi Jawa Timur saat ini masih berada dalam periode Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur, status ini ditetapkan berlaku hingga 1 Mei 2026. Masyarakat yang berada di daerah aliran sungai maupun pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali memicu kenaikan muka air di sisa masa libur Lebaran ini.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan