KPK Buru Jaksa yang Tabrak Petugas Saat Operasi Senyap, Terancam Status Buron
KPK memburu jaksa Kejari HSU Tri Taruna usai tabrak petugas saat OTT. Terancam DPO, kasus pemerasan capai Rp804 juta.
Nusantaraterkini.co,JAKARTA-Aksi kejar-kejaran mewarnai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap pejabat Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU). Dalam upaya melarikan diri pada Kamis (18/12/2025), Tri Taruna Fariadi selaku Kasi Datun Kejari HSU nekat menabrak seorang petugas KPK yang hendak menghadangnya.
Meski sempat terjadi insiden fisik yang membahayakan, lembaga antirasuah memastikan bahwa personel mereka dalam keadaan selamat pasca-kejadian tersebut.
Baca Juga : Kasi Datun Kejari HSU Kabur Saat OTT KPK, Sempat Tabrak Petugas
"Alhamdulillah kondisi baik, selamat," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat memberikan konfirmasi mengenai keadaan terkini petugas yang menjadi korban penabrakan tersebut, Minggu (21/12/2025).
Hingga saat ini, Tri Taruna masih menghilang dan dalam proses pengejaran intensif oleh tim penindakan. Pihak KPK memberikan peringatan tegas agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri sebelum otoritas mengeluarkan surat daftar pencarian orang secara resmi. Langkah koordinasi dengan pihak keluarga maupun Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan juga terus diperkuat guna mempersempit ruang gerak tersangka yang mencoba bersembunyi.
"Yang bersangkutan sedang dilakukan pencarian dan akan kami terbitkan DPO apabila tidak ditemukan," tegas Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu terkait status hukum Tri Taruna yang kini menjadi buruan utama.
Kasus ini menyeret jajaran pimpinan di Kejari HSU ke dalam pusaran dugaan pemerasan terhadap sejumlah instansi daerah, mulai dari Dinas Pendidikan hingga RSUD. Modus yang digunakan adalah mengancam akan menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat jika para kepala dinas tidak menyetorkan sejumlah uang. Dalam skema ini, Kepala Kejari HSU Albertinus Parlinggoman Napitupulu diduga menjadi otak utama yang mengumpulkan pundi-pundi rupiah mencapai ratusan juta melalui kaki tangannya.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan keluarganya, kan biasanya kalau lari atau pergi ke kenalannya atau keluarganya," tambah Asep Guntur, seperti dilansir RMOL.
Total uang panas yang berhasil dikumpulkan dalam kurun waktu singkat ini diperkirakan mencapai Rp804 juta. Uang tersebut mengalir dari berbagai pejabat dinas yang merasa terintimidasi oleh ancaman proses hukum. Selain Tri Taruna yang masih buron, KPK juga telah mengamankan Albertinus dan Kasi Intel Asis Budianto sebagai tersangka dalam skandal yang mencoreng institusi korps adhyaksa di Kalimantan Selatan tersebut.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALPolda Sumsel Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penggelapan Kapal Tongkang OCEANIC 238
Rozie Winata·12 menit yang lalu -
PENDIDIKANSambut Baik Instruksi Pendidikan Gratis Prabowo, Habib Syarief Ingatkan Kesiapan Fiskal Negara
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
POLITIKDPR Pastikan Pembahasan UU Ketenagakerjaan Digarap Masa Sidang Ini Sesuai Putusan MK
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
SUMUTAngkutan Peti Kemas KAI Sumut Tumbuh 25 Persen Hingga Agustus 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSDPR Siapkan Pembahasan UU Ketenagakerjaan, Cucun: Ada Batas Waktu dari MK
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKPuan Tegaskan Aturan Baru Pemilu Termasuk PT 5 Persen Belum Diputuskan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELDiduga Telilit Utang, Pria Parubaya Ditemukan Tewas Tergantung di Kawasan GOR Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPuan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat Usai Banjir Bandang Terjang Solok
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALDari Selada hingga Gandum, Tiongkok Sukses Kembangkan 14 Spesies Tanaman di Luar Angkasa
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALEmpat Terduga Pelaku Curat-Curas Ditangkap Polres Binjai, Satu Masih di Bawah Umur
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan