Klarifikasi Isu Penculikan Wartawan di Medan, Sigit Pramono Sebut Hanya Salah Paham
Wartawan Medan Sigit Pramono klarifikasi isu penculikan dirinya, sebut hanya salah paham dengan pihak TNI
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Sigit Pramono, seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara terkait kabar tentang dirinya yang beredar luas mengenai dugaan penculikan dan intimidasi terhadapnya berberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya, Sigit menegaskan bahwa terjadi kesalahpahaman atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat tersebut.
“Saya, Sigit Pramono bersama rekan media lainnya ingin meluruskan sekaitan kabar berita yang menyebutkan saya diculik dan diintimidasi beberapa waktu ini. Hal itu tidak benar, ini hanya salahpaham dan miskomunikasi saja,” ujar Sigit dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia menceritakan, peristiwa yang terjadi sebenarnya tidak seperti berita-berita yang beredar saat ini. Saat itu, di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, ia memang didatangi oleh dua orang pria.
"Faktanya, mereka (pria yang terekam CCTV-red) ingin berbincang dengan saya, hanya saat itu terjadi miskomunikasi hingga terkesan seperti penculikan. Sebenarnya tidak ada penculikan, ternyata mereka dari TNI dan mengajak pindah tempat duduk (ke cefe lain) untuk berdiskusi," ujar Sigit.
Sigit juga menegaskan saat perjalan ke lokasi cafe lain di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung dirinya merasa gugup hingga timbul rasa tertekan.
"Tidak ada intimidasi, saat itu saya gugup karena tidak mengetahui apa yang ingin dikomunikasikan mereka dengan saya. Ternyata hanya perbincangan santai saja, selain itu terkait klarifikasi di dalam mobil itu tidak ada intimidasi dari pihak manapun, klarifikasi itu dibuat setelah kejadian pemberitaan minyak kondensat di Kecamatan Seilepan yang saya beritakan ternyata tidak benar," jelasnya.
"Ternyata tidak ada anggota Yonif 8 Marinir yang melaksanakan praktik ilegal minyak kondensat tersebut. Klarifikasi di dalam mobil tersebut tidak ada unsur keterpaksaan, saya melakukan klarifikasi tersebut dengan kondisi sadar diri, " lanjutnya.
Usai berbincang dan meluruskan kesalahpahaman, Sigit akhirnya bersedia membuat video klarifikasi terkait minyak kondensat di Kabupaten Langkat.
"Tidak ada ancaman dan intimidasi, saya juga sudah meninjau lokasi minyak kondensat itu dan tidak benar ada oknum Yonif 8 Mar yang terlibat di dalamnya. Makanya saya mau buat video itu. Saya juga tidak tahu mengapa video itu beredar hingga disandingkan dengan rekaman CCTV sehingga terkesan saya diculik. Faktanya, saya tidak culik, ini yang menjadi kesalahpahaman hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, Sigit secara pribadi meminta maaf atas kegaduhan yang menyangkut pautkan namanya itu.
"Saya secara pribadi mohon maaf kepada masyarakat dan semua pihak terutama TNI dan mengucapkan terimakasih kepada semua rekan-rekan media yang peduli terhadap saya," ujarnya.
Diakhir kata, Sigit meminta kepada semua pihak agar tidak lagi menyebarluaskan video dirinya karena peristiwa yang terjadi hanya kesalahpamanan dan sudah diselesaikan secara baik-baik.
"Saya juga meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan, mungkin keterangan saya sebelumnya kekeliruan, saya hanya gugup saat itu hingga timbul rasa was-was saja dan tidak ada intimidasi atau kekarasan yang terjadi. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," pungkasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALOperasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Kerahkan 20 Personel Brimob di Titik Rawan Kejahatan
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPergerakan Pasar Kripto 27 September: Bitcoin Bertahan, Quant Meroket 48%
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKGerindra Sebut Jokowi Gabung PSI Hak Politik Warga Negara
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPemerintah Inggris Desak Premier League Segera Tuntaskan Kasus Manchester City
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan