Ketua DPR Minta Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Diproses Pidana
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan seksual di mana pun, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan seksual di mana pun, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi.
Ia meminta agar setiap kasus ditangani secara tegas dan transparan, bahkan hingga ke ranah pidana jika diperlukan.
“Tidak boleh ada kekerasan seksual di mana pun. Semua harus berani berbicara dan kasus-kasus seperti ini harus ditangani secara adil,” ujar Puan, Kamis (16/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswa di lingkungan kampus.
Puan menilai, fenomena ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh di dunia pendidikan.
Menurutnya, kampus sebagai ruang intelektual harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh civitas akademika, khususnya perempuan.
Ia juga mendorong agar korban tidak takut melapor dan mendapatkan perlindungan yang layak.
“Harus dievaluasi dan tidak boleh ada pembiaran. Semua pihak harus berani bersuara agar kekerasan seksual bisa dihentikan,” tegasnya.
Selain itu, Puan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat.
Ia menyebut media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi agar kebijakan publik dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Puan juga menyinggung berbagai isu lain, mulai dari kondisi ekonomi global hingga pelaksanaan ibadah haji.
Ia mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global terhadap sektor industri dalam negeri, termasuk ancaman berhentinya produksi di beberapa sektor.
Terkait penyelenggaraan haji, Puan meminta pemerintah memastikan seluruh proses berjalan lancar, termasuk soal penerbitan visa dan kesiapan transportasi. Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah harus menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai jemaah haji mengalami kendala karena persoalan administratif atau teknis. Semua stakeholder harus memastikan kesiapan secara maksimal,” ujarnya.
Puan berharap berbagai persoalan yang muncul saat ini dapat segera ditangani dengan langkah konkret, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·2 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·6 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan