Ketegangan Mereda: Donald Trump Tarik Mundur Rencana Invasi Lanjutan ke Venezuela
Donald Trump membatalkan rencana invasi lanjutan ke Venezuela usai sinyal kerja sama dan de-eskalasi politik pasca penangkapan Maduro.
Nusantaraterkini.co, CARACAS-Gedung Putih secara mengejutkan mengumumkan penghentian rencana agresi militer fase kedua terhadap Venezuela menyusul perkembangan diplomasi yang signifikan di Caracas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih jalur de-eskalasi setelah melihat adanya peningkatan kerja sama yang drastis dari otoritas setempat pasca-operasi penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pekan lalu.
Keputusan untuk membatalkan serangan susulan ini menandai babak baru dalam krisis politik di negara Amerika Latin tersebut, di mana fokus kini bergeser dari konfrontasi bersenjata menuju pemulihan sektor energi.
Baca Juga : Trump Klaim Venezuela Bakal Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS Usai Penangkapan Maduro
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat malam waktu setempat, Trump mengakui bahwa militer AS sebenarnya telah menyiagakan kekuatan tempur dalam skala yang jauh lebih destruktif untuk melumpuhkan sisa-sisa pertahanan Venezuela. Namun, niat tersebut diurungkan karena adanya sinyal perdamaian yang kuat, termasuk pembebasan massal tahanan politik oleh pemerintah sementara Venezuela. Meski serangan dibatalkan, Trump memastikan bahwa kehadiran militer AS di kawasan tersebut tetap dipertahankan guna mengawal masa transisi hingga terbentuknya pemerintahan yang baru.
“Kami siap melancarkan serangan kedua dan jauh lebih besar jika perlu. Kami sebenarnya berasumsi gelombang kedua akan diperlukan, tetapi sekarang mungkin tidak. Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan gelombang serangan kedua yang sebelumnya diperkirakan akan terjadi,” ungkap Donald Trump seperti dilansir RMOL, Sabtu (10/1/2026).
Selain aspek politik, kerja sama yang baru terjalin ini juga mencakup rencana rehabilitasi infrastruktur minyak dan gas yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela. Amerika Serikat berencana memimpin koordinasi pembangunan kembali sektor vital tersebut demi menstabilkan pasar energi global.
Di sisi lain, militer AS memberikan isyarat bahwa mereka akan mengalihkan fokus operasi tempur dari target pemerintahan ke arah penghancuran kartel narkoba lintas negara yang beroperasi di daratan Venezuela. Langkah pembebasan tokoh-tokoh oposisi yang dimulai sejak Kamis lalu dinilai Trump sebagai langkah cerdas untuk meredakan gejolak di masyarakat.
Baca Juga : Maduro Bantah Tuduhan Narkoterorisme di Pengadilan AS, Klaim Diculik dari Venezuela
Dengan ditahannya Maduro oleh otoritas Amerika Serikat, Washington kini memegang peranan sentral dalam menavigasi arah politik masa depan Venezuela, sembari tetap menyiagakan armada kapal perang di perairan sekitar untuk mengantisipasi potensi ancaman mendadak.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSFrederik Kalalembang Sentil Dirjen Pas soal Lapas Mewah: Kejadian Luar Biasa Kok Utus Staf?
hendra·28 menit yang lalu -
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kredit Macet BRI Titi Papan, Hakim Pertanyakan Validitas Usaha Para Nasabah
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALTarget Operasi Sikat I Musi 2026, Polsek Rambang Bekuk Pembobol Rumah di Muara Enim
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSDirjenpas Buka-bukaan soal Foto Jimmy Masrin dan Bangunan Mirip Kontainer di Lapas Cibinong
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan