Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ketegangan Mereda: Donald Trump Tarik Mundur Rencana Invasi Lanjutan ke Venezuela

Donald Trump membatalkan rencana invasi lanjutan ke Venezuela usai sinyal kerja sama dan de-eskalasi politik pasca penangkapan Maduro.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih jalur de-eskalasi setelah melihat adanya peningkatan kerja sama yang drastis dari otoritas setempat pasca-operasi penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pekan lalu.(foto:istimewa)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih jalur de-eskalasi setelah melihat adanya peningkatan kerja sama yang drastis dari otoritas setempat pasca-operasi penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pekan lalu.(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, CARACAS- secara mengejutkan mengumumkan penghentian rencana agresi militer fase kedua terhadap menyusul perkembangan diplomasi yang signifikan di Caracas. Presiden Amerika Serikat, , memilih jalur de-eskalasi setelah melihat adanya peningkatan kerja sama yang drastis dari otoritas setempat pasca-operasi penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pekan lalu.

Keputusan untuk membatalkan serangan susulan ini menandai babak baru dalam krisis politik di negara Amerika Latin tersebut, di mana fokus kini bergeser dari konfrontasi bersenjata menuju pemulihan sektor energi.

Baca Juga : Trump Klaim Venezuela Bakal Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS Usai Penangkapan Maduro 

​Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat malam waktu setempat, Trump mengakui bahwa militer AS sebenarnya telah menyiagakan kekuatan tempur dalam skala yang jauh lebih destruktif untuk melumpuhkan sisa-sisa pertahanan Venezuela. Namun, niat tersebut diurungkan karena adanya sinyal perdamaian yang kuat, termasuk pembebasan massal tahanan politik oleh pemerintah sementara Venezuela. Meski serangan dibatalkan, Trump memastikan bahwa kehadiran militer AS di kawasan tersebut tetap dipertahankan guna mengawal masa transisi hingga terbentuknya pemerintahan yang baru.

​“Kami siap melancarkan serangan kedua dan jauh lebih besar jika perlu. Kami sebenarnya berasumsi gelombang kedua akan diperlukan, tetapi sekarang mungkin tidak. Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan gelombang serangan kedua yang sebelumnya diperkirakan akan terjadi,” ungkap Donald Trump seperti dilansir RMOL, Sabtu (10/1/2026).


Selain aspek politik, kerja sama yang baru terjalin ini juga mencakup rencana rehabilitasi infrastruktur minyak dan gas yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela. Amerika Serikat berencana memimpin koordinasi pembangunan kembali sektor vital tersebut demi menstabilkan pasar energi global.

Di sisi lain, militer AS memberikan isyarat bahwa mereka akan mengalihkan fokus operasi tempur dari target pemerintahan ke arah penghancuran kartel narkoba lintas negara yang beroperasi di daratan Venezuela. Langkah pembebasan tokoh-tokoh oposisi yang dimulai sejak Kamis lalu dinilai Trump sebagai langkah cerdas untuk meredakan gejolak di masyarakat.

Baca Juga : Maduro Bantah Tuduhan Narkoterorisme di Pengadilan AS, Klaim Diculik dari Venezuela 

Dengan ditahannya Maduro oleh otoritas Amerika Serikat, Washington kini memegang peranan sentral dalam menavigasi arah politik masa depan Venezuela, sembari tetap menyiagakan armada kapal perang di perairan sekitar untuk mengantisipasi potensi ancaman mendadak.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait