Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, MPR Desak Mitigasi Dini Cegah Karhutla dan Gagal Panen
MPR dorong pemerintah perkuat mitigasi hadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi BMKG lebih kering dan panjang
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan data serta prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan utama dalam memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau 2026.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus dilakukan tanpa bergantung pada ada atau tidaknya fenomena El Nino. Menurutnya, potensi dampak seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gagal panen perlu diantisipasi sejak dini.
“Terlepas ada atau tidaknya El Nino, kita harus tetap bersiap menyikapi potensi kemarau panjang. Dampaknya harus dicegah sejak awal,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau tahun ini akan datang lebih awal, yakni pada periode April hingga Juni 2026. Fenomena yang disebut sebagai El Nino kuat diperkirakan akan menyebabkan kondisi kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Data BMKG menunjukkan sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Lestari yang akrab disapa Rerie menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap fenomena cuaca yang akan terjadi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak salah dalam menafsirkan kondisi iklim, yang dapat berdampak pada kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Selain itu, ia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk aktif memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat sebagai bagian dari langkah mitigasi.
Menurutnya, seluruh data yang disampaikan BMKG harus dimanfaatkan untuk menyiapkan infrastruktur serta skema penanganan sejak dini.
“Diperlukan kebijakan yang jelas, mudah dipahami, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Jangan sampai musim kemarau menimbulkan bencana yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya.
(LS/Nusantaarterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIAwali Pekan, Harga Emas Antam Terkoreksi Rp10.000 Jadi Rp2.628.000 per Gram
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
SUMSELKorupsi Irigasi, Mantan Anggota DPRD Muara Enim Divonis 4 Tahun
Herman Saleh Harahap·47 menit yang lalu -
NASIONALGREAT Institute: Prabowo Tegaskan Perubahan Dukungan terhadap Palestina dari Kuat Menjadi Semakin Kuat
Rozie Winata·52 menit yang lalu -
NASIONALLantik 14 Pejabat Kemenkeu, Suahasil Tekankan Optimasi Penerimaan
Herman Saleh Harahap·55 menit yang lalu -
PENDIDIKANTangkal Radikalisme, Densus 88 Dukung Pembatasan Gawai Kemenag
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANZakiyuddin Harahap Minta Hima Lubis Dorong Aksi Sosial
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPSMS Bantai Persiku 6-0, Kadispora Sumut Ngaku Takjub
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALKomplotan Pencurian Invetaris Palembang Golf Club Diciduk, Dua Masih Buron
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan