Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jemaah Umrah Terjepit Agresi Militer Israel-AS ke Iran

Jemaah umrah Indonesia terlantar akibat penutupan ruang udara imbas konflik Iran-Israel-AS.

Ilustrasi umroh.(foto:istimewa)
Ilustrasi umroh.(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, RIYAD-Ibadah ribuan jemaah umrah asal Indonesia mendadak terbentur kenyataan pahit akibat pecahnya kontak senjata besar-besaran di jantung Timur Tengah pada penghujung Februari 2026. Eskalasi militer yang dipicu oleh serangan udara terkoordinasi antara dan ke wilayah telah mengubah peta navigasi udara menjadi zona merah yang mematikan. 

secara mendadak ini memicu kekacauan jadwal penerbangan global, memaksa maskapai raksasa seperti . Hal ini mereka lakukan untuk menghentikan operasional demi menghindari risiko fatal di jalur tempur.

​Di balik peta konflik tersebut, terdapat potret memilukan dari para tamu Allah yang kini terlantar di berbagai titik transit internasional tanpa kepastian. Salah satu momen paling emosional terekam dari seorang jemaah Indonesia yang terhenti langkahnya di Bandara Singapura, di mana ia membagikan kekhawatirannya melalui pesan singkat yang menggetarkan.

"Mohon doanya, setengah jam yang lalu menyerang . Ini aku masih di Bandara Singapura, keberangkatan di-cancel," ungkapnya, seperti dilansir RMOL, Minggu (1/3/2026).

Ungkapan ini menjadi cerminan kepanikan kolektif jemaah yang melihat layar informasi bandara berubah menjadi barisan status 'Cancelled', sementara mereka terpaksa beristirahat di lantai-lantai dingin bandara karena kursi tunggu yang tidak lagi mencukupi. Pihak maskapai pun berada dalam posisi sulit untuk menjamin kapan mobilisasi udara dapat kembali normal di tengah dentuman meriam dan pergerakan jet tempur. 

Melalui kanal komunikasi daruratnya, manajemen menegaskan bahwa langkah pembatalan ini adalah satu-satunya pilihan rasional untuk menjaga nyawa penumpang. 

"Sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan serta , sejumlah penerbangan kami telah dibatalkan. Keputusan ini diambil demi menerapkan standar keamanan dan keselamatan penerbangan tertinggi," demikian permyataan resmi Saudia Group.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait