Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Iran Tetapkan 40 Hari Masa Berkabung: Teheran Balas Serangan AS-Israel Pasca Gugurnya Khamenei ​

Iran tetapkan 40 hari berkabung usai wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, eskalasi memanas.

Konfirmasi resmi mengenai wafatnya Ayatollah Ali Khamenei telah memicu gelombang respons militer dan diplomatik yang mengguncang stabilitas Timur Tengah, Minggu (1/3/2026).(foto:rmol)
Konfirmasi resmi mengenai wafatnya Ayatollah Ali Khamenei telah memicu gelombang respons militer dan diplomatik yang mengguncang stabilitas Timur Tengah, Minggu (1/3/2026).(foto:rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, -Konfirmasi resmi mengenai wafatnya Ayatollah telah memicu gelombang respons militer dan diplomatik yang mengguncang stabilitas Timur Tengah, Minggu (1/3/2026). Pemerintah mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai penghormatan atas gugurnya sang Pemimpin Tertinggi dalam serangan udara terukur di kompleks Beit Rahbari. 

Teheran menggambarkan peristiwa ini sebagai tindakan agresi ilegal yang melanggar kedaulatan negara, mengingat serangan gabungan dan tersebut menghantam fasilitas di jantung ibu kota. Sementara itu, militer Israel mengeklaim operasi tersebut juga melenyapkan jajaran elite pertahanan Iran, termasuk komandan Garda Revolusi, meski otoritas Iran hingga kini hanya memberikan konfirmasi tunggal terkait wafatnya Khamenei.

​Respons balasan dari muncul hanya dalam hitungan jam setelah ledakan besar mengguncang pada Sabtu pagi, melalui kementerian luar negerinya, Iran menegaskan hak untuk mempertahankan diri dan segera meluncurkan serangan rudal serta drone besar-besaran yang menyasar dan wilayah sekitarnya. Eskalasi ini memaksa negara-negara di kawasan, termasuk Yordania, untuk mengambil tindakan defensif dengan menjatuhkan puluhan proyektil yang melintasi wilayah udara mereka.

Dilansir RMOL, situasi ini diperparah dengan laporan dari Bulan Sabit Merah Iran yang menyebutkan korban jiwa telah melampaui 200 orang akibat serangan udara tersebut, menciptakan krisis kemanusiaan di tengah kian memanasnya konfrontasi bersenjata.

​

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan konfirmasi sepihak sesaat sebelum pengumuman resmi Iran, dengan menegaskan superioritas teknologi intelijen yang digunakan dalam operasi tersebut. Klaim kemenangan dari pihak Gedung Putih ini berbanding terbalik dengan suasana duka mendalam yang menyelimuti Iran, di mana media resmi IRIB terus menyiarkan penghormatan bagi sang pemimpin yang disebut gugur sebagai syahid di tempat tugasnya. Ketegangan kini meluas ke negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar yang melaporkan adanya gangguan keamanan akibat dampak langsung dari serangan balasan Iran yang meluas secara regional.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

​

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait