Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jelang HUT ke-81 RI, 10 KK Korban Banjir Tapteng Masih Bertahan di Tenda Pengungsian: Belum Ada Kepastian Huntap

Jelang HUT ke-81 RI, 10 KK korban banjir bandang Huta Nabolon, Tapanuli Tengah, masih tinggal di tenda pengungsian karena Huntap belum jelas.

Retna Tambunan sedang jualan gorengan di tenda pengungsian. (Foto: Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)
Retna Tambunan sedang jualan gorengan di tenda pengungsian. (Foto: Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT ke-81 RI), sebanyak 10 kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan , Kabupaten (Tapteng), masih bertahan di tenda pengungsian.

Mereka belum dapat menempati hunian tetap () setelah rumah dan tempat tinggal mereka terdampak yang melanda wilayah Tapteng pada akhir November 2025.

Pantauan di lokasi, Jumat (14/8/2026), sejumlah warga masih menjalani aktivitas sehari-hari di kawasan pengungsian. Salah satunya Retna Tambunan yang berjualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Retna mengatakan, warga sebelumnya telah diminta meninggalkan tenda pengungsian sebelum Lebaran. Namun, hingga kini kejelasan mengenai yang akan mereka tempati belum kunjung diterima.

“Begini lah kami, masih di sini. Sebelum Lebaran kami sudah disuruh pindah dari tenda, tetapi Huntap belum juga jelas. Jadi kami masih di tenda. Ada juga gereja yang digunakan sebagai tempat ibadah,” ujar Retna.

Menurutnya, sejumlah bantuan telah diterima warga, termasuk bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan bantuan dari Gubernur .

Retna menyebut bantuan tersebut diterima secara bertahap. Namun, masih terdapat warga terdampak yang belum memperoleh bantuan, khususnya mereka yang rumahnya mengalami kerusakan parah.

“Bantuan ada, saya sudah dapat jadup dan DTH. Ada juga bantuan dari Gubernur . Yang diberikan Pak Bobby Rp600 ribu. Awalnya setelah bencana kami hanya mendapat bantuan untuk satu bulan, kemudian setelah dapat jadup yang tiga bulan masuk tahap kedua,” katanya.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada warga Huta Nabolon yang hingga kini masih tinggal di pengungsian.

“Memasuki hari kemerdekaan seperti ini kami harus diperhatikan pemerintah, khususnya kami di Huta Nabolon. Kami di sini ada 10 KK. Ada plakat yang dibangun, tapi entah kapan dibangun,” ungkapnya.

Untuk bertahan hidup, Retna mengaku terus berjualan gorengan. Lokasi berjualannya pun berpindah-pindah, mulai dari sekitar sekolah darurat hingga kawasan dekat masjid.

“Kalau jualan kadang di sekolah darurat dekat masjid, ya mutar-mutar lah. Katanya kita sudah merdeka, tapi dengan situasi seperti ini rasanya kami seperti belum merdeka,” ucap Retna.

Kondisi tersebut menjadi gambaran masih adanya warga terdampak bencana di yang belum sepenuhnya pulih, meski hampir sembilan bulan telah berlalu sejak menerjang wilayah tersebut.

(Ron/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait