Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Iran dan AS Susun MoU 14 Klausul untuk Akhiri Perang, Fokus pada Gencatan Senjata

Jubir Kemenlu Iran sebut Teheran-Washington susun MoU 14 poin untuk akhiri perang, dengan Pakistan sebagai mediator

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei berbicara dalam sebuah konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 11 Mei 2026. (Foto: Xinhua/Shadati)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei berbicara dalam sebuah konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 11 Mei 2026. (Foto: Xinhua/Shadati)
A A

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan, Iran dan (AS) sedang berupaya menyelesaikan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penghentian perang, pada Sabtu (23/5/2026).

"Pada tahap ini, fokus kami adalah mengakhiri perang yang dipaksakan ini," kata Baghaei kepada kantor berita yang dikelola pemerintah Iran, IRIB, setelah kunjungan delegasi ke Teheran, Jumat (22/5/2026) mencakup Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi.

"Niat kami adalah terlebih dahulu menyepakati MoU yang terdiri atas 14 klausul," kata Baghaei.

Dia juga mencatat bahwa dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari mereka akan mencapai kesepakatan final.

"Kami berada pada tahap finalisasi MoU. Isu-isu yang sedang dibahas berfokus pada penghentian perang (di semua front, termasuk Lebanon)," tuturnya.

"Di antara topik utama yang akan dibahas dalam MoU tersebut adalah penghentian serangan maritim AS, atau blokade angkatan laut sebagaimana mereka menyebutnya sendiri, serta isu-isu lain yang berkaitan dengan pelepasan aset-aset yang dibekukan," sambungnya. 

Menjelaskan mengenai periode 30 hingga 60 hari yang disebutkan dalam teks MoU tersebut, Baghaei mengatakan bahwa periode itu baru akan dimulai setelah dokumen tersebut secara resmi disepakati.

"Kita harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi dalam tiga hingga empat hari ke depan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa isu nuklir Iran bukan menjadi fokus perundingan damai pada tahap ini.

Baghaei juga menyebut sebagai mediator utama dalam perundingan tersebut, seraya menyoroti peran penting negara itu dalam memastikan kelanjutan pertukaran pesan antara Iran dan AS.

Sebelumnya, Iran, AS, dan Israel mencapai pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Setelah tersebut, delegasi Iran dan AS menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April, namun gagal menghasilkan kesepakatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling bertukar sejumlah proposal yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait