Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari

Iran tuntut AS cabut sanksi minyak dan blokade laut dalam draf damai terbaru guna akhiri konflik regional

Orang-orang berpartisipasi dalam unjuk rasa di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. (Foto: Xinhua/Shadati)
Orang-orang berpartisipasi dalam unjuk rasa di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. (Foto: Xinhua/Shadati)
A A

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Draf usulan terbaru untuk poin perundingan dengan (AS) menyerukan penghentian segera konflik di semua lini, mendesak kepastian tidak akan ada lagi agresi terhadap Iran, dan menuntut pencabutan sanksi serta blokade angkatan laut AS, urai laporan kantor berita semiresmi Tasnim pada Minggu (10/5/2026).

"Usulan tersebut menyoroti perlunya mengakhiri perang segera, memberikan jaminan agar agresi terhadap tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam kerangka kesepakatan politik," kata Tasnim mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Selain itu, laporan tersebut juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk AS mencabut sanksinya terhadap penjualan minyak Iran, dan membebaskan aset Iran yang dibekukan setelah kesepakatan awal tercapai.

AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior Iran, dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan aset-aset AS di kawasan tersebut, serta memperketat kendali atas .

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai mulai berlaku pada 8 April, yang kemudian diikuti pembicaraan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April yang berakhir tanpa kesepakatan. Blokade angkatan laut pun mulai diberlakukan AS di selat tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling bertukar usulan rencana yang menguraikan syarat-syarat penghentian konflik melalui Pakistan.

Sebelumnya pada Minggu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa respons Iran terhadap proposal terbaru AS telah dikirim ke Pakistan. Namun pada Minggu malam, Presiden AS menulis di platform Truth Social bahwa respons tersebut sama sekali tidak dapat diterima.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru