Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari
Iran tuntut AS cabut sanksi minyak dan blokade laut dalam draf damai terbaru guna akhiri konflik regional
Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Draf usulan terbaru Iran untuk poin perundingan dengan Amerika Serikat (AS) menyerukan penghentian segera konflik di semua lini, mendesak kepastian tidak akan ada lagi agresi terhadap Iran, dan menuntut pencabutan sanksi serta blokade angkatan laut AS, urai laporan kantor berita semiresmi Tasnim pada Minggu (10/5/2026).
"Usulan tersebut menyoroti perlunya mengakhiri perang segera, memberikan jaminan agar agresi terhadap Iran tidak terulang, dan beberapa isu lainnya dalam kerangka kesepakatan politik," kata Tasnim mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Selain itu, laporan tersebut juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk AS mencabut sanksinya terhadap penjualan minyak Iran, dan membebaskan aset Iran yang dibekukan setelah kesepakatan awal tercapai.
AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior Iran, dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan aset-aset AS di kawasan tersebut, serta memperketat kendali atas Selat Hormuz.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai mulai berlaku pada 8 April, yang kemudian diikuti pembicaraan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April yang berakhir tanpa kesepakatan. Blokade angkatan laut pun mulai diberlakukan AS di selat tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling bertukar usulan rencana yang menguraikan syarat-syarat penghentian konflik melalui Pakistan.
Sebelumnya pada Minggu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa respons Iran terhadap proposal terbaru AS telah dikirim ke Pakistan. Namun pada Minggu malam, Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa respons tersebut sama sekali tidak dapat diterima.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMuzani: Demokrasi Jadi Jalan Indonesia Mengelola Keberagaman
Fadli Tara·6 menit yang lalu -
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·11 menit yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAPasaman Barat Siapkan 564 Kontingen Hadapi Porprov XVI Sumbar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKININoer Fest 2026 Wadah Unjuk Bakat Siswa SD di Pasaman
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Targetkan Gotong Royong Kebersihan Lingkungan Rutin Setiap Bulan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
OLAHRAGAPanglima TNI Tinjau Kompetisi Primarox 2026 di BSD Tangerang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan