IHSG Rawan Koreksi, Ini Daftar Saham Pilihan Analis
IHSG diprediksi terkoreksi pada perdagangan 3 Juli 2026. Simak rekomendasi saham ADMR, BRMS, RATU, PGEO, INDY hingga BNBR dari analis.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (3/7/2026), setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Meski demikian, sejumlah saham dinilai masih memiliki peluang memberikan keuntungan bagi investor.
Tim riset MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG sebesar 0,87 persen pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026) didukung oleh dominasi volume pembelian. Namun secara teknikal, indeks masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.
Dalam analisisnya, MNC Sekuritas menyebutkan skenario terbaik menunjukkan IHSG masih berada pada fase wave (b) dari wave [iv], sehingga berpeluang menguji area support di kisaran 5.472 hingga 5.540. Sementara pada skenario alternatif, IHSG diperkirakan mulai membentuk awal wave [v] dari wave 3.
Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di 5.486 dan 5.317, sedangkan level resistance berada di 6.007 dan 6.286.
Di tengah potensi pelemahan indeks, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham ADMR di area Rp1.350-Rp1.375. Target harga dipatok pada Rp1.495 hingga Rp1.595 dengan batas cut loss di bawah Rp1.330.
Saham BRMS juga masuk dalam daftar rekomendasi buy on weakness dengan area akumulasi Rp398-Rp546. Target harga berada di kisaran Rp600 hingga Rp725. Meski sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, tekanan jual dinilai masih membayangi pergerakan saham tersebut.
Selain itu, saham RATU direkomendasikan untuk strategi trading buy pada level Rp5.075-Rp5.225 dengan target harga Rp5.850 hingga Rp6.175. Secara teknikal, pergerakan RATU dinilai masih berpotensi melanjutkan tren penguatan meski belum berhasil menembus rata-rata pergerakan MA60.
Berbeda dengan ketiga saham tersebut, MNC Sekuritas justru menyarankan investor melakukan sell on strength terhadap saham INDF di kisaran Rp6.900-Rp6.975. Setelah mengalami kenaikan lebih dari dua persen pada perdagangan sebelumnya, ruang penguatan INDF dinilai mulai terbatas dan berisiko mengalami koreksi.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif pada rentang 5.700 hingga 5.800. Indikator teknikal menunjukkan histogram MACD masih positif, namun terdapat potensi terbentuknya death cross pada Stochastic RSI yang mengindikasikan kewaspadaan terhadap tekanan jual.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham dengan strategi trading buy, yakni INDY dengan target harga Rp2.000-Rp2.130, PGEO di kisaran Rp930-Rp1.000, BNBR dengan target Rp109-Rp115, serta GJTL yang diproyeksikan menuju Rp1.200-Rp1.275.
Investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan mencermati pergerakan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat volatilitas pasar masih cukup tinggi.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·19 menit yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·3 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan