Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Sektor Industri dan Energi Pimpin Reli

IHSG dibuka menguat 0,78% ke 8.076. Sektor industri dan energi pimpin reli, analis proyeksikan peluang penguatan terbatas.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (3/3/2026) dengan performa solid. Sejak bel pembukaan, mayoritas sektor bergerak di zona hijau dengan dorongan kuat dari saham-saham industri dan energi.

Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG dibuka di level 8.059,86, naik dari penutupan sebelumnya di 8.016,83. Hingga pukul 09.10 WIB, indeks menguat 0,78% atau bertambah 61 poin ke posisi 8.076,70.

Sepanjang sesi awal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.080 dan terendah 8.023,12. Penguatan indeks ditopang oleh 372 saham yang naik, sementara 195 saham melemah dan 146 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi 341.267 kali transaksi. Volume saham yang berpindah tangan mencapai 6,2 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 7,9 triliun. Di sisi lain, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 16.852 terhadap rupiah.

Indeks turut mencatat penguatan 0,99% ke level 819,91. Hampir seluruh indeks acuan bergerak positif pada perdagangan pagi ini.

dan Energi Jadi Motor Penguatan

Dari sisi sektoral, hanya satu sektor yang terkoreksi, yakni sektor basic yang turun 0,92%. Selebihnya bergerak menguat.

Sektor industri memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,66%, diikuti yang naik 2,18%. Sektor kesehatan juga mencatatkan penguatan sebesar 0,75%.

Kinerja sektor-sektor tersebut menjadi katalis utama yang menjaga IHSG tetap bertahan di zona hijau di tengah dinamika pasar global.

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Strategi Saham Pilihan

Meski sempat mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya, IHSG dinilai masih memiliki peluang rebound dalam jangka pendek.

Analis dari PT , Herditya Wicaksana, menyebut IHSG diperkirakan masih berada dalam fase koreksi terbatas sebelum kembali melanjutkan penguatan.

Ia memproyeksikan IHSG berpotensi menguji area 7.945–7.984 sebagai level terdekat, sebelum berpeluang menguat menuju rentang 8.437–8.638.

Untuk perdagangan hari ini, level support diperkirakan berada di 7.970 dan 7.861, sedangkan resistance berada di kisaran 8.170 hingga 8.306.

Pilihan

Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan:

1. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) – Spec Buy

Saham HRTA menguat tipis 0,31% ke level 3.250, meski disertai tekanan jual. Secara teknikal, saham ini diperkirakan masih berada dalam fase penguatan lanjutan.

Spec Buy: 3.030–3.180

Target Price: 3.500 dan 3.660

Stoploss: di bawah 2.940

2. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) – Buy on Weakness

Saham EXCL terkoreksi 6,62% ke level 2.960 dan bergerak di bawah MA20. Namun, secara teknikal dinilai masih memiliki peluang rebound.

Buy on Weakness: 2.870–2.910

Target Price: 3.250 dan 3.490

Stoploss: di bawah 2.780

Selain itu, saham lain yang masuk radar rekomendasi adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Pelaku pasar disarankan tetap mencermati sentimen global serta pergerakan nilai tukar yang dapat memengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru