Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Melemah 7,33 Poin Berada di Level 7.891,04 di Perdagangan Sesi I Selasa (19/8/2025)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,33 poin atau 0,09% ke level 7.891,04 di pasar spot.

Bagikan:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,33 poin atau 0,09% ke level 7.891,04 di pasar spot.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,33 poin atau 0,09% ke level 7.891,04 di pasar spot.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Selasa (19/8/2025) () ditutup melemah 7,33 poin atau 0,09% ke level 7.891,04 di pasar spot.

Sebanyak 397 naik, 247 saham turun dan 156 saham stagnan.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed dalam Kisaran 7.725 - 8.150.

Hanya satu indeks sektoral yang tergelincir ke zona merah yakni sektor keuangan yang terkoreksi 0,14%.

Sedangkan 10 indeks sektoral lainnya kompak menghijau. Indeks sektoral dengan penguatan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 1,71%, sektor transportasi naik 1,33% dan sektor properti yang naik 1,17%.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Bakal Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Hari Ini

Total volume perdagangan di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 26,93 miliar saham dengan total nilai Rp 10,23 triliun. 

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (15,38%)
2. PT Astra Internasional Tbk (ASII) (9,95%)
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (5,14%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (-3,23%)
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (-2,94%)
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (-2,38%)

Analis Pasar: Diproyeksikan Bergerak Mixed dalam Kisaran 7.725 - 8.150.

Analis pasar meramalkan pergerakan (IHSG) diperkirakan bakal bergerak mixed sepanjang perdagangan pekan ini.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diramalkan akan Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Pekan Ini

Asal tahu saja, IHSG ditutup melemah 0,41% atau turun 32,87 poin ke level 7.898 pada akhir perdagangan Jumat (15/8/2025). Dalam sepekan, IHSG melesat 4,84%.

Sepanjang perdagangan Jumat lalu, IHSG sempat menembus level psikologis 8.000 dan menyentuh titik tertinggi di level 8.017,06.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diramalkan akan Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Pekan Ini

Tim Riset Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (KISI) mengatakan, peningkatan IHSG pekan lalu dipengaruhi sejumlah faktor.

Pertama, perpanjangan jeda tarif impor Amerika Serikat (AS)-China selama 90 hari yang meredam kekhawatiran terkait perang dagang.

Kedua, data inflasi AS yang moderat, sehingga membuat ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga The Fed.

Baca Juga : IHSG Terbang Tinggi 4,84% Dalam Sepekan Terakhir Terkerek Faktor Fundamental Ekonomi Indonesia

Ketiga, aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Menurut survei dari Bank of America menunjukan sebanyak 37% manajer investasi global kini memiliki porsi lebih besar di saham pasar negara berkembang. 

"Investor asing mencatatkan aksi beli dimana tercatat pembelian neto senilai Rp 4,86 triliun pada periode 8-14 Agustus 2025," ujar Tim Riset KISi dalam riset tertanggal 15 Agustus 2025.

Di pekan ini (19-22 Agustus), IHSG diproyeksikan bergerak mixed dalam kisaran 7.725 - 8.150. Faktor penggeraknya berasal dari pasar global dan domestik.

Dari pasar global, bursa saham AS berpotensi melanjutkan tren penguatan meski ruang konsolidasi terbuka, mengingat valuasi sudah tinggi. 

"Fokus investor saat ini tertuju pada rilis FOMC minutes tanggal 20 Agustus yang dapat memberi sinyal besaran dan peluang pemangkasan suku bunga di bulan September," tulis Tim Riset KISI.

Lalu, bursa Asia diproyeksikan bergerak mixed dengan kecenderungan positif dengan katalis Consumer Price Index (CPI) Jepang dan keputusan Loan Prime Rate (LPR) China. 

"Stimulus China dan inflasi yang terkendali dapat mendorong sektor konsumsi, properti, dan ekspor, sementara kekhawatiran geopolitik bisa menahan reli di sebagian pasar," sebut Tim Riset KISI.

Dari dalam negeri, IHSG cenderung berkonsolidasi setelah menembus level 8.000 intraday pada Jumat lalu. 

Katalis utama adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 20 Agustus yang diperkirakan tetap di 5,25% dengan nada dovish untuk mendukung pertumbuhan dan penyaluran kredit.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru