Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak di Kisaran 6.300-6.400, Simak Sentimen Penggeraknya

IHSG diproyeksi bergerak sideways pada perdagangan 7 Agustus 2026. Investor menanti data cadangan devisa RI serta rilis ekonomi China dan AS.

Bagikan:
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Gabungan () diperkirakan masih cenderung bervariasi pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Pelaku pasar diprediksi memilih bersikap hati-hati sambil menunggu sejumlah data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (6/8/2026), ditutup melemah 7,43 poin atau 0,12 persen ke level 6.343. Koreksi tersebut dipengaruhi aksi ambil untung di sejumlah setelah penguatan dalam beberapa sesi terakhir.

Analis menilai secara teknikal indikator Stochastic RSI sudah mendekati area overbought, sementara tekanan jual mulai meningkat. Meski demikian, histogram MACD masih berada di zona positif dan posisi IHSG tetap bertahan di atas garis rata-rata pergerakan MA5 hingga MA50.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak dalam pola sideways dengan rentang 6.300 hingga 6.400 sepanjang perdagangan hari ini.

Dari sentimen domestik, perhatian investor akan tertuju pada rilis data Indonesia periode Juli 2026. Cadangan devisa diperkirakan mengalami kenaikan tipis menjadi sekitar USD145,6 miliar dibandingkan posisi sebelumnya sebesar USD144,9 miliar.

Selain itu, pasar juga menunggu data indeks harga properti Indonesia. Pertumbuhan indeks tersebut diperkirakan mencapai 0,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,62 persen pada kuartal pertama 2026.

Sementara itu, sentimen eksternal juga diperkirakan memengaruhi arah pergerakan pasar. Investor akan mencermati neraca perdagangan China yang diproyeksikan masih menunjukkan pertumbuhan ekspor dan impor meski dengan laju yang lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari Amerika Serikat, perhatian pasar akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan, terutama data Nonfarm Payrolls (NFP) Juli 2026. Jumlah penambahan tenaga kerja diperkirakan meningkat menjadi sekitar 80 ribu, lebih tinggi dibandingkan realisasi Juni yang mencapai 57 ribu.

Di sisi lain, menilai koreksi IHSG pada perdagangan sebelumnya masih merupakan bagian dari pergerakan teknikal. Berdasarkan analisis Elliott Wave, indeks diperkirakan sedang memasuki fase awal wave v dari wave (c) pada wave [iv].

Jika skenario tersebut bertahan, IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju area 6.403 hingga 6.420.

Meski demikian, investor tetap diimbau mewaspadai potensi pembalikan arah dalam jangka pendek dengan level support yang diperkirakan berada di kisaran 6.251 hingga 6.303.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru