Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Hari Ini, 6 November 2025: Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, (6/11/2025). Setelah menembus rekor baru sehari sebelumnya

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan () berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, (6/11/2025). Setelah menembus rekor baru sehari sebelumnya, IHSG diproyeksi bergerak di rentang 8.200–8.380.

Berdasarkan catatan , pada perdagangan Rabu (5/11), IHSG ditutup naik 0,93% disertai aliran beli bersih investor asing senilai Rp1,23 triliun. Saham-saham yang paling banyak diborong asing antara lain BBCA, BRMS, TLKM, BMRI, dan ASII.

“ berpotensi menguat kembali hari ini,” ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research , dalam riset hariannya.

Menurutnya, level support IHSG berada di 8.200–8.270, sedangkan resistance di kisaran 8.350–8.380.

Sementara itu, Tasrul Tanar, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai tren bullish IHSG masih dominan meski peluang koreksi tetap terbuka.

"Selama berada di atas level 8.153, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju 8.373. Strategi terbaik saat ini adalah buy on dip di area 8.200–8.250 dengan pengawasan ketat jika volume melemah,” kata Tasrul.

Rekomendasi

Berikut pilihan dari para analis:

CDIA Spec Buy 1.745–1.790 <1.740 1.820–1.860

UNVR Spec Buy 2.670–2.690 <2.610 2.750–2.840

WIFI Buy if Break 3.260 <3.200 3.320–3.400

HRTA Spec Buy 1.235–1.245 <1.210 1.280–1.300

SGER Spec Buy 484–498 <480 510–530

RAJA Spec Buy 4.000–4.090 <3.950 4.200–4.400

Rekor Tertinggi IHSG pada 5 November 2025

IHSG pada perdagangan Rabu (5/11) mencetak rekor baru setelah menembus level 8.318,52, naik 0,93%, dipicu rilis data pertumbuhan kuartal III-2025 sebesar 5,04%.

Indeks LQ45 turut menguat 0,60% ke 846,89, sementara sebagian besar indeks sektoral juga menghijau.

Total 284 saham menguat, 357 melemah, dan 168 stagnan, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp18,5 triliun dan volume 35,3 miliar saham.

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.705 per dolar.

Sektor Saham yang Menggerakkan IHSG

Dari 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya dua yang terkoreksi: sektor industri turun 1,49%, dan sektor properti melemah 0,47%.

Sementara itu, sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi 3,31%, disusul sektor basic materials naik 2,51%, sektor keuangan tumbuh 1,07%, dan infrastruktur meningkat 1,04%.

Sektor consumer cyclical dan non-cyclical juga menguat, masing-masing 0,67% dan 0,51%, diikuti sektor kesehatan (+0,26%) dan transportasi (+0,03%).

"Penguatan IHSG didorong sentimen positif dari pertumbuhan yang melebihi ekspektasi serta penantian investor terhadap pengumuman MSCI,” ujar Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait