IHSG Dibayangi Rebalancing MSCI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG hari ini dibayangi rebalancing MSCI dan arus dana asing. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham BBNI, BFIN, VKTR, dan JGLE.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (31/8/2026) diperkirakan masih berlangsung volatil. Aktivitas rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif pada akhir Agustus menjadi salah satu sentimen utama yang diperhatikan investor.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda mengatakan IHSG sepanjang pekan lalu terkoreksi tipis 0,12% dan ditutup di level 6.518,12. Indeks sempat mengalami tekanan pada pertengahan pekan sebelum berbalik menguat pada perdagangan Kamis.
Menurut Reza, pelaku pasar masih cenderung menunggu perkembangan sejumlah sentimen global maupun domestik, terutama arah kebijakan The Fed, dinamika politik dalam negeri, serta dampak rebalancing MSCI.
“Pergerakan masih dibayangi sikap wait and see terhadap arah kebijakan The Fed, sentimen politik domestik, serta msci" class="article-tag-link" rel="tag">rebalancing MSCI yang efektif akhir Agustus,” ujar Reza dalam risetnya, Senin (31/8/2026).
Tekanan terhadap IHSG juga berasal dari pergerakan dana asing. Pada perdagangan Jumat (28/8/2026), investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp1,31 triliun di pasar reguler.
Kondisi tersebut membuat aliran dana asing masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG pada awal pekan.
Tekanan msci" class="article-tag-link" rel="tag">Rebalancing MSCI Berpotensi Menguat
Reza memperkirakan tekanan teknikal akibat rebalancing MSCI dapat semakin terasa menjelang akhir perdagangan 31 Agustus 2026.
Saham-saham yang dikeluarkan dari indeks Small Cap MSCI berpotensi mendapat tekanan jual lebih besar. Meski demikian, sebagian sentimen tersebut dinilai telah diantisipasi oleh pasar sejak pengumuman rebalancing pada 13 Agustus lalu.
Dengan demikian, tekanan yang muncul akibat penyesuaian indeks diperkirakan mulai berkurang setelah proses rebalancing resmi berlaku.
Dari perspektif teknikal, IHSG memiliki area support di level 6.500. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 6.568.
Investor juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi yang dijadwalkan keluar pada awal pekan.
Data yang menjadi perhatian antara lain inflasi Agustus yang diproyeksikan mencapai 3,13% secara tahunan (year-on-year/YoY), inflasi inti sebesar 2,80%, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur 50,5, serta neraca perdagangan Juli yang diperkirakan mengalami defisit US$600 juta.
Reza menilai inflasi yang masih berada dalam sasaran Bank Indonesia (BI) serta PMI manufaktur yang bertahan di zona ekspansif dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
Namun, potensi pelemahan neraca perdagangan perlu diwaspadai karena dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah sekaligus memengaruhi ruang kebijakan moneter BI.
“Meski demikian, pelemahan neraca perdagangan berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah dan ruang kebijakan BI,” kata Reza.
Rekomendasi Saham BRIDS Hari Ini
Di tengah kondisi IHSG yang masih penuh ketidakpastian, BRIDS memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Senin (31/8/2026).
Berikut saham yang menjadi perhatian:
BBNI — Buy pada harga Rp3.780, dengan target Rp3.820–Rp3.930 dan stop loss di bawah Rp3.600. Strategi: swing trade.
BFIN — Buy pada harga Rp920, dengan target Rp945–Rp990 dan stop loss di bawah Rp830. Strategi: day trade.
VKTR — Buy pada harga Rp965, dengan target Rp990–Rp1.085 dan stop loss di bawah Rp920. Strategi: day trade.
JGLE — Sell pada harga Rp80, dengan target Rp79–Rp72.
Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analis berdasarkan kondisi pasar dan teknikal pada saat riset diterbitkan. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko serta melakukan analisis secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham. Segala keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Risiko kerugian maupun potensi keuntungan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
NEWSDisindir Said Didu soal LSP, Habiburokhman Singgung Doktrin Perkalian Nol
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan