Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Dugaan Pemerasan OPD oleh Kanit Tipikor, Kapolres Padangsidimpuan Bungkam

Dugaan pemerasan OPD oleh Kanit Tipikor Polres Padangsidimpuan mencuat. Kapolres Noval Nanusa Gegoh Desky menyatakan akan mengecek informasi.

Kantor Polres Padangsidimpuan.(foto: istimewa)
Kantor Polres Padangsidimpuan.(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Mencuatnya isu dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Kanit Tipikor Polres Padangsidimpuan berinisial , terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan masih menjadi tanda tanya besar publik.

Pasalnya, Ipda F diduga kerap "menjual" nama , AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky untuk menakut-nakuti sejumlah OPD agar mendapat sejumlah upeti yang bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Terkait hal tersebut, , AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky saat dikonfirmasi Nusantaraterkini.co melalui pesan WhatsApp pribadinya, mengatakan, dirinya akan melakukan pengecekan informasi tersebut.

"Terima kasih infonya ya, akan saya chek," tulisnya dalam pesan WhatsApp, Selasa (20/10/2026).

Lebih lanjut, terkait adanya perintah langsung dari dirinya untuk melakukan dugaan pengutipan upeti secara ilegal atau pemerasan terhadap OPD yang dilakukan oleh tersebut, Kapolres Padangaidimpuan memilih bungkam.

Sebelumnya, Ipda F juga dikabarkan telah diperiksa oleh Propam Polres Padangsidimpuan terkait mencuatnya dugaan pemerasan yang dilakukan terhadap sejumlah OPD mengatasnamakan Kapolres. Namun, isu itu dibantah oleh Kasi Propam Polres Padangsidimpuan, AKP Bottor Lumbantong saat dikonfirmasi Nusantaraterkini,Kamis (15/10/2026).

"Belum ada diperiksa, saya juga baru dengar ini. Sampai saat ini belum ada," ujarnya.

(Alfi/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait