DPR Minta Menteri PU Dody Hanggodo Fokus Kerja dan Hentikan Polemik
Anggota Komisi V DPR RI desak Menteri PU Dody Hanggodo stop polemik internal dan fokus percepat pembangunan negeri
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR Syafiuddin Asmoro, meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk lebih memusatkan perhatian pada pelaksanaan tugas kementerian dan menghentikan berbagai polemik yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut Syafiuddin, dalam beberapa waktu terakhir Kementerian PU lebih banyak menjadi perhatian karena sejumlah kontroversi dibandingkan capaian kinerjanya.
Ia menyinggung beberapa isu yang mencuat, mulai dari pencopotan dua Direktur Jenderal yang dikaitkan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), polemik dokumen perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang menyeret nama anggota keluarga hingga akhirnya dibatalkan, hingga mutasi besar-besaran pejabat di lingkungan Kementerian PU yang memicu berbagai spekulasi.
"Kami menghormati kewenangan Menteri PU dalam melakukan pembinaan organisasi. Namun ke depan kami berharap Pak Menteri lebih fokus bekerja dan tidak lagi membuat kehebohan yang dapat mengganggu konsentrasi kementerian dalam menjalankan tugasnya," ujar Syafiuddin, Jumat (17/7/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI itu menegaskan, Kementerian PU memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Karena itu, seluruh energi pimpinan kementerian seharusnya difokuskan untuk mempercepat penyelesaian berbagai program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Syafiuddin juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan keharmonisan di lingkungan internal Kementerian PU. Menurutnya, suasana kerja yang kondusif menjadi faktor penting agar seluruh jajaran mampu bekerja secara optimal.
"Seorang pemimpin harus mampu menjaga soliditas organisasi. Jika tidak bisa menjaga kekompakan internal, maka Kementerian PU akan sulit bekerja secara maksimal dalam menjalankan program-program pembangunan," katanya.
Ia menambahkan, seorang menteri tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga harus menjadi sosok yang mampu membangun semangat, memberikan motivasi, serta menciptakan iklim kerja yang positif bagi seluruh pegawai.
"Pemimpin harus menjadi sumber semangat bagi anak buahnya. Mereka harus merasa didukung dan diajak bekerja bersama untuk mencapai target pembangunan, bukan justru dihadapkan pada situasi yang menimbulkan kegaduhan di internal organisasi," tegasnya.
Syafiuddin memastikan Komisi V DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program Kementerian PU agar pembangunan infrastruktur berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap ke depan tidak ada lagi kehebohan maupun ketidakharmonisan di internal Kementerian PU. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kinerja nyata, percepatan pembangunan, dan pelayanan publik yang semakin baik," pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·31 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·3 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·4 jam yang lalu -
SUMSELPusri Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel Jelang Musim Tanam
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan