DPR Imbau Kenaikan PPN 12% Agar Disikapi dengan Bijak
Pemberlakuan PPN 12 persen secara selektif pada barang-barang kategori mewah merupakan win-win solution bagi semua pihak
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Adies Kadir mengimbau agar kebijakan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen disikapi dengan bijak dan tetap menaati undang-undang.
"Presiden menyikapi situasi ini dengan bijak dan tetap menaati undang-undang, namun juga memperhatikan kondisi ekonomi dan kesulitan masyarakat," ujarnya, Selasa (31/12/2024).
Ia menilai, pemberlakuan PPN 12 persen secara selektif pada barang-barang kategori mewah merupakan win-win solution bagi semua pihak. Menurutnya, skema yang dirumuskan oleh Kementerian Keuangan pun memiliki semangat keberpihakan yang sama, yakni kenaikan PPN tersebut akan disertai dengan berbagai macam insentif bagi masyarakat.
Insentif tersebut antara lain kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 6,5 persen, jaminan kehilangan pekerjaan bagi yang terkena PHK, dan PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja sektor padat karya dengan gaji hingga Rp 10 juta per bulan. Bagi pelaku UMKM, ada pembebasan PPh untuk omzet di bawah Rp 500 juta.
Bagi pengusaha, ada subsidi bunga 5 persen untuk sektor tekstil. Masyarakat miskin akan diberikan bantuan pangan bagi 16 juta keluarga penerima manfaat.
"Dengan berbagai insentif tersebut, saya optimistis perekonomian nasional tahun 2025 akan tetap tangguh. Inflasi akan terkendali di kisaran 2,5 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, sesuai target yang ditetapkan dalam APBN 2025," lanjut politikus Fraksi Partai Golkar itu.
Maka dari itu, menurutnya, kenaikan tarif PPN ini tidak semestinya dipolitisasi secara berlebihan. Apalagi kebijakan itu merupakan amanat Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah disepakati bersama.
"Termasuk oleh Fraksi PDI Perjuangan sebagai the ruling party sekaligus Ketua Panitia Kerja UU HPP pada periode lalu," imbuh Pimpinan DPR RI Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan tersebut.
Adapun kebijakan PPN 12 persen sudah melewati pertimbangan teknokratis yang saksama. Sehingga, tidak akan memukul daya beli masyarakat atau menimbulkan inflasi yang tak terkendali.
"Kalau kita lihat dalam daftar komoditas yang masuk dalam Consumer Price Index atau Indeks Harga Konsumen, hanya 33 persen barang dan jasa yang merupakan objek PPN. Selebihnya, yaitu 67 persen, tidak dikenai PPN," jelasnya.
"Artinya, sebagian besar komoditas yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari tidak terpengaruh oleh kenaikan tarif PPN," sambungnya.
Menanggapi pandangan dari sebagian kalangan yang membandingkan kenaikan PPN 12 persen dengan kebijakan Vietnam yang memberikan diskon PPN dari 10 persen menjadi 8 persen untuk komoditas tertentu, ia menyebut bahwa kebijakan di Indonesia lebih longgar karena batas bawah tarif PPN Vietnam adalah 5 persen, sedangkan tarif bawah Indonesia adalah 0 persen.
"Bahkan yang 0 persen itu mencakup 67 persen atau sebagian besar barang konsumsi masyarakat," tegasnya.
Maka dari itu, ia pun mengimbau kembali kepada semua kalangan masyarakat agar menahan diri untuk tidak menjadikan kebijakan ini sebagai komoditas politik yang misleading. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai hitung-hitungan teknokratis yang matang menjadi meleset karena adanya sentimen negatif di pasar dan di industri.
"Kebijakan ekonomi yang semestinya bisa terkendali jadi berisiko karena dipolitisir secara tidak bertanggung jawab," pungkas anggota Komisi III DPR ini.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan