DPR Desak Pemerintah Percepat Digitalisasi Desa: Jangan Sekadar Jargon Kebijakan
Komisi V DPR minta pemerintah serius percepat digitalisasi desa guna dongkrak daya saing ekonomi lokal
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti, melontarkan desakan tegas kepada pemerintah agar tidak menjadikan digitalisasi desa sebatas jargon kebijakan tanpa implementasi nyata.
Ia menilai, hingga kini masih banyak desa tertinggal dalam akses pemasaran, meski potensi ekonomi lokal sangat besar.
Menurut Novita, lambannya transformasi digital di tingkat desa menunjukkan belum optimalnya keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap penguatan ekonomi rakyat.
Padahal, digitalisasi dinilai sebagai instrumen strategis untuk mendongkrak daya saing produk desa ke pasar nasional bahkan global.
“Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan. Desa tidak boleh terus berada di pinggiran pembangunan hanya karena negara lambat menghadirkan akses dan pendampingan,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menyoroti bahwa kendala utama bukan pada potensi, melainkan pada minimnya akses pasar dan lemahnya ekosistem digital yang seharusnya difasilitasi negara.
Karena itu, ia meminta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk tidak sekadar menggulirkan program, tetapi memastikan implementasi yang terukur dan berdampak.
Novita juga menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara pemerintah pusat dan desa, bukan sekadar koordinasi administratif.
Ia mengingatkan, tanpa intervensi serius, program digitalisasi desa berisiko menjadi proyek seremonial yang tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Lebih jauh, ia menilai penguatan sumber daya manusia desa menjadi titik krusial yang kerap diabaikan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital tanpa diimbangi pelatihan dan pendampingan hanya akan menciptakan kesenjangan baru.
“Jangan hanya bangun jaringan, tapi biarkan masyarakat gagap memanfaatkannya. Negara harus hadir penuh, dari pelatihan hingga akses pasar,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial, marketplace, dan website desa secara masif, namun dengan strategi yang jelas dan berkelanjutan. Tanpa itu, produk lokal akan tetap kalah bersaing di tengah derasnya arus digitalisasi global.
Novita menegaskan, digitalisasi desa harus diarahkan sebagai agenda besar transformasi ekonomi nasional, bukan sekadar program sektoral. Jika dijalankan serius, desa tidak hanya menjadi basis produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri.
“Kalau pemerintah serius, desa bisa jadi kekuatan ekonomi. Tapi kalau setengah hati, digitalisasi hanya akan jadi slogan tanpa hasil,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAEmpat Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Intan Jaya
hendra·26 menit yang lalu -
SUMUTWali Kota Binjai Lantik Sofyan Syahputra Siregar Jadi Kadis Pendidikan, 41 Kepala Sekolah Terima SK
hendra·59 menit yang lalu -
SUMSELKabut Asap Pekat, Enam Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Terdampak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Korupsi Proyek, Kejati Sumsel Limpahkan Wabup PALI Nonaktif ke Kejari Palembang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan