Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Darurat Karhutla, 11 Daerah di Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla

11 daerah di Sumsel masuk zona merah karhutla saat puncak kemarau. Pihak terkait memperketat patroli wilayah

ilustrasi - Tim Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera yang siap bertugas memadamkan titik api di salah satu wilayah di Sumsel, Minggu (9/8/2026). (Foto: dok manggala agni)
ilustrasi - Tim Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera yang siap bertugas memadamkan titik api di salah satu wilayah di Sumsel, Minggu (9/8/2026). (Foto: dok manggala agni)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Eskalasi dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus meluas seiring memasuki puncak musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 11 kabupaten dan kota kini resmi berstatus akibat melonjaknya frekuensi kebakaran di atas 30 kejadian.

"Zona merah sekarang sudah bertambah menjadi 11 daerah. Terbaru , jumlah kejadian karhutlanya sudah mencapai 32 kejadian," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat , Sudirman, Senin (10/8/2026).

Kota menjadi daerah terbaru yang masuk dalam kategori zona merah, mengikuti 10 wilayah lainnya.

Berdasarkan data , Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatatkan kasus terbanyak dengan 132 kejadian, disusul Musi Banyuasin (118 kejadian), Ogan Ilir (112 kejadian), Banyuasin (108 kejadian), dan PALI (82 kejadian).

Wilayah lainnya yang berada di zona merah meliputi Muara Enim (79 kejadian), Palembang (51 kejadian), OKU Timur (41 kejadian), Muratara (37 kejadian), OKU (35 kejadian), serta Prabumulih (32 kejadian).

Menyikapi eskalasi ini, tim gabungan memperketat pemantauan udara dan patroli darat guna meminimalkan risiko perluasan api.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kalau menemukan adanya kebakaran, segera laporkan supaya bisa ditangani lebih cepat," tegasnya.

Mengingat puncak musim kemarau diproyeksikan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan tambahan untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah Sumsel.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana memastikan akan ada penambahan dua unit helikopter waterbombing dari BNPB.

Sehingga total armada udara yang disiagakan mencapai sembilan unit, yakni terdiri dari tujuh helikopter waterbombing dan dua helikopter patroli.

"Alhamdulillah BNPB akan menambah dua helikopter waterbombing untuk penanganan karhutla saat puncak musim kemarau di Sumsel. Sehingga, nantinya akan ada tujuh helikopter waterbombing dan dua patroli udara yang disiagakan," ungkap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru