Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BPJS Kesehatan Bersama Stakeholder Konsisten Penuhi Pelayanan Kesehatan Masyarakat

BPJS Kesehatan Bersama Stakeholder Konsisten Penuhi Pelayanan Kesehatan Masyarakat

A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial () akan memastikan bersama-sama stakeholder terkait untuk terus berkolaborasi guna memenuhi serta melaksanakan pelayanan khususnya dibidang kesehatan dan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar masyarakat serta seluruh peserta dilayani dan akhirnya akan merasakan kepuasan untuk dilayani dengan baik. 

Hal ini disampaikan Kepala Humas " class="article-tag-link" rel="tag">BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menanggapi soal Program Layanan BPJS Kesehatan yang saat ini sudah berjalan di tiap daerah mendukung prinsip UHC (Universal Health Coverage).

Baca Juga : Dinkes dan BPJS Kesehatan Pastikan Kesiapan Fasilitas Kesehatan Sambut UHC Prioritas Sumut

Menurut Rizzky, negara tetap hadir untuk memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia

"Jadi, Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan selaku badan hukum publik yang menyelenggarakan atau melakukan khususnya untuk program JKN senatiasa konsisten bersama-sama stakeholder dalam hal ini fasilitas kesehatan, kemudian ada Pemda secara bersama-sama secara kolaborasi untuk memenuhi serta melaksanakan pelayanan khususnya dibidang kesehatan dan pelayanan JKN agar masyarakat serta seluruh peserta dilayani dan akhirnya akan merasakan kepuasan untuk dilayani dengan baik," kata Rizzky dalam wawancara Bersama Nusantaraterkini.co, Kamis (9/10/2025).

Rizzky menuturkan, bagaimana bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga melalui Instruksi Presiden (Inpres) no 1 tahun 2022 agar diminta untuk berkomitmen menjalankan optimalisasi program JKN ini diantaranya seperti Kepolisian bagaimana dalam hal memperpanjang SIM maupun SKCK ini dikhususkan atau diminta untuk BPJS Kesehatan aktif yang mana ini untuk keaktifkan peserta dan kemudian dalam Inpres tersebut disebutkan termasuk Gubernur, Wali Kota dan Bupati dalam menjaga keaktifan peserta dan seluruh penduduknya bisa terjamin kesehatan dalam hal ini program JKN.

Kemudian, lanjut Rizzky, BPJS Kesehatan selalu meningkatkan dalam hal inovasinya contoh soal antrian. Dimana, BPJS Kesehatan sudah menerapkan antrian online dimana seluruh peserta bisa menginstal aplikasi di Appstore maupun playstore dimana antrian secara digital bisa melihat riwayat penyakit dalam gengaman.

Baca Juga : Puskesmas Glugur Darat Juara Pertama Lomba Video Edukasi JKN 2025

"Sehingga, kami (BPJS Kesehatan) selaku pelaksana program JKN ini senantiasa terus meningkatkan pelayanan bersama stakeholder dalam hal meningkatkan dan mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia," ujarnya.

Lakukan Inovasi di Wilayah 3T

Namun demikian ditengah BPJS Kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan. Akan tetapi Rizzky mengatakan, BPJS Kesehatan masih saja mengalami kendala dalam soal pelayanan khususnya untuk masuk ke wilayah-wilayah pedalaman atau biasa dikenal 3T serta bagaimana geografis Indonesia itu sangat juga menantang bagaimana jaringan komunikasi dan data belum sepenuhnya rata ada daerah yang belum terjangkau.

"Sehingga menjadi tantangan kami yang ada di daerah-daerah tersebut agar tetap akses pelayanan Kesehatan ini bisa sama dengan daerah perkotaan," tutur dia. 

Karena itu, guna melayani masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, BPJS Kesehatan melakukan serangkaian inovasi ataupun gebrakan guna mendukung program JKN yakni dengan beberapa cara seperti membuat BPJS Online atau disebut 'Viola' dimana peserta yang ada di daerah yang tidak tersentuh oleh gadget masih bisa mengakses dalam hal administrasi dan panduan agar bisa mengakses program dari BPJS agar bisa dijangkau.

Baca Juga : Iuran BPJS Kesehatan Naik Bertahap Mulai 2026, Disesuaikan dengan Daya Beli Masyarakat

"Jadi, BPJS Kesehatan bersama kantor Kecamatan atau Kelurahan bisa melayani peserta yang ada di wilayah 3T dan wilayah yang geografisnya jauh dari perkotaan. Dan kita bisa membantu agar ketika peserta itu sakit tidak ada kendala dalam hal kepesertaan maupun pemberiaan informasi agar sama setara dengan peserta yang ada di perkotaan," tegas Rizzky.

Sehingga yang pertama dari kami (BPJS Kesehatan) ada yang namanya BPJS online atau biasanya disebut 'Viola' bagaimana peserta yang ada di daerah yang jarkomdatnya tidak tersentuh oleh gadget ini masih bisa mengakses dalam hal administrasi dan panduan ini masih bisa dijangkau.

"Jadi, BPJS Kesehatan bersama kantor Kecamatan atau Kelurahan bisa melayani peserta yang ada di wilayah 3T dan wilayah yang geografisnya jauh dari perkotaan. Dan kita bisa membantu agar ketika peserta itu sakit tidak ada kendala dalam hal kepesertaan maupun pemberiaan informasi agar sama setara dengan peserta yang ada di perkotaan," tegas Rizzky.

Baca Juga : Irma Suryani: Komisi IX Belum Berikan Persetujuan Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026

Selain itu, Rizzky juga juga melihat adanya BPJS Kesehatan keliling dengan menggunakan mobil yang aksesnya bisa masuk ke pelosok dengan mengandeng Kelurahan hingga Kecamatan agar masyarakat bisa menjangkau atau mendatangi mobil keliling BPJS Kesehatan itu.

"Jadi, segala akses dengan kendala UHC kita bisa meminimalisir dan dari sisi teknologi kita juga akan tingkatkan agar bisa melek teknologi juga agar semua layanan ada dalam gengaman," tandasnya. 

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru