Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bocah 10 Tahun di Nias Selatan Diduga Dianiaya, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Kami hadir di sini untuk memberikan perhatian khusus, memastikan kondisi korban, serta menunjukkan bahwa pihak kepolisian peduli terhadap kasus-kasus

Bocah perempuan 10 tahun yang diduga dianiaya oleh keluarga pamannya. (Foto: Dok. Polres Nias Selatan)
Bocah perempuan 10 tahun yang diduga dianiaya oleh keluarga pamannya. (Foto: Dok. Polres Nias Selatan)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebuah video viral di media sosial mengungkap dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Desa Hilikara, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan.

Bocah tersebut diduga mengalami cacat pada kakinya akibat kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pamannya.

Baca Juga: 6 Orang Tewas, 1 Hilang Usai Kapal yang Ditumpangi Tenggelam

Dalam video yang beredar, terlihat puluhan warga mengerumuni diduga rumah korban. Aparat kepolisian tampak membawa dua pria yang diduga paman dan kerabat korban ke dalam mobil polisi.

Pada bagian lain video, bocah tersebut terlihat berada di sebuah puskesmas dengan kondisi kaki yang tampak patah, sehingga ia tidak dapat berjalan.

Berdasarkan narasi dalam video, bocah tersebut telah tinggal bersama pamannya sejak usia tiga tahun setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Namun, selama tinggal di rumah pamannya, ia diduga kerap mengalami penganiayaan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya langsung turun tangan dan mengunjungi korban yang saat ini dirawat di UPTD Puskesmas Lolowau pada Senin (27/1/2025).

“Kami hadir di sini untuk memberikan perhatian khusus, memastikan kondisi korban, serta menunjukkan bahwa pihak kepolisian peduli terhadap kasus-kasus seperti ini,” ujar Ferry saat dihubungi, Selasa (28/1/2025).

Ferry menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini. Saat ini, sejumlah saksi telah diperiksa untuk mendalami dugaan penganiayaan tersebut.

“Kami sudah menurunkan tim untuk mendalami kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan kami akan terus berupaya mengungkap fakta yang sebenarnya,” tambahnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga privasi dan kenyamanan korban.

“Kami akan bekerja profesional dan transparan agar keadilan bisa ditegakkan,” tutur Ferry.

Baca Juga: Masuk Tiga Besar Parpol Berkinerja Baik, PKB Siap Jadi Bumper Prabowo

Kasus ini terus menjadi perhatian publik, dan masyarakat berharap pelaku kekerasan terhadap bocah tersebut dapat segera dihukum sesuai hukum yang berlaku.

(cw7/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru