Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bangkit dari Banjir, Abdul Rozzaq Sulap Lahan Penuh Lumpur Menjadi Kebun Cabai Produktif

Kisah inspiratif Abdul Rozzaq, petani Aceh Tamiang yang bangkit dari banjir berkat bantuan program Pertamina EP

Seorang petani, Abdul Rozzaq Mubaroq mengecek tanaman hortikultur di lahan pertaniannya di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang setelah lahan pertaniannya diterjang banjir bandang pada November 2025. (Foto: dok istimewa)
Seorang petani, Abdul Rozzaq Mubaroq mengecek tanaman hortikultur di lahan pertaniannya di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang setelah lahan pertaniannya diterjang banjir bandang pada November 2025. (Foto: dok istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, Sore itu, di lahan pertanian cabainya di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, dengan penuh semangat Mubaroq (38) bercerita tentang perjuangannya untuk bangkit setelah diterjang banjir sumatra 2025.

Tiba-tiba, Rozzaq, demikian panggilan akrabnya, berlinang air mata ketika bercerita kembali tentang 1,8 hektar lahan pertanian mereka yang diterjang banjir pada November 2025 lalu.

Seperti banyak tempat lainnya di , Kampung Tanjung Seumantoh juga diterjang banjir bandang. Seluruh tanaman dan peralatan pertanian mereka hanyut.

Banjir meninggalkan sampah hingga lumpur yang menimbun lahan. Kala itu, ia hanya pasrah menjalankan irama hidup dari Tuhan.

"Awal melihat lahan pertanian ini, saya bingung mau mulai dari mana. Terkadang saya berpikir bagaimana dapat memberi makan anak dan istri. Tiap malam saya pandang wajah keluarga. Ada rasa sedih, bingung dan gelisah. Saat itu semua bercampur-aduk," ujarnya dalam keterangan, Sabtu (13/6/2026). 

Akan tetapi, tatapan anak istrinya membuatnya selalu tersentak. Ia tidak ingin berlarut dalam kesedihan. Ia ingin segera pulih dari dampak banjir. Saban hari, pergi ke lahan pertanian kendati masih tergenang lumpur.

"Sampai di ladang (lahan pertanian) saya kerjakan apa saja yang bisa. Tetapi, saya terus berpikir rencana menanam kembali. Saya belajar lagi. Saya baca jurnal pertanian hingga memutar YouTube untuk pengelolaan lahan pascabanjir," katanya.

Mengelola kembali lahan pertanian bekas banjir tentu melelahkan. Apalagi kedalaman lumpur mencapai 30 sentimeter dan sudah tentu saat di ladang Rozzaq juga dilanda rasa haus dan lapar, juga kelelahan.

Namun, tak pernah ia mengalah pada rasa haus dan lapar untuk sekedar duduk, minum kopi di gubuk.

"Saya tidak mau berleha-laha. Kehidupan terus berputar," ujarnya.

Setelah lumpur sisa banjir mulai mengering, ia kemudian menyewa traktor untuk meratakan tanah. Tanah yang sudah rata, didiamkan selama dua sampai tiga bulan. Ia optimistis material lumpur sisa banjir masih bisa dikelola untuk tanaman hortikultura.

Rozzaq mengaku sedikit bisa bernafas lega karena mendapat bantuan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) .

Adapun bantuan yang diberikan antara lain restorasi lahan, sarana produksi pertanian dan 6000 bibit cabai serta 500 bibit tomat. Total bantuan yang diterima Rozzaq bersama rekan-rekannya di Kelompok Tani Tunas Muda mencapai 10 ribu bibit tanaman hortikultura.

"Alhamdulilah dari 1,8 hektar lahan pertanian, 21 rante sudah kembali ditanam cabai dan sayuran. Jadi ada 13 rante ditanam cabai rawit, lima rantai cabai merah dan tiga rante sayur sawi. Untuk sayuran sawi sudah panen. Berkat dukungan dari , saya bisa kembali memenuhi kebutuhan hidup dari lahan pertanian," katanya.

Sementara itu, Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menyampaikan, sektor pertanian merupakan bagian penting yang harus dipulihkan pascabencana banjir. Sebab, tidak sedikit masyarakat menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

"Pertamina hadir untuk mendukung recovery para petani di sekitar wilayah operasi. Besar harapan agar dukungan kami dapat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup para penyintas banjir,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, perusahaan senantiasa berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan PPM yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui program ini, para petani binaan Pertamina EP Rantau Field bisa kembali memperoleh sumber pendapatan serta keselarasan dengan program pemerintah untuk meningkatkan di wilayah.

(zie/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait